Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengurus Danantara Meluncur, Ekonom Asing Sebut RI Kirim Sinyal Positif Ke Dunia
Selasa, 25 Maret 2025 04:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Susunan lengkap pengurus Dana Abadi Nusantara (Danantara) resmi diumumkan, pada Senin (24/3). Beberapa nama profesional di bidangnya mengisi po-pos strategis Danantara.
Ini menandai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah investasi global.
Pengumuman ini disambut positif oleh pelaku pasar, termasuk oleh Ekonom Juwai IQI, Shan Saeed, yang menyebut langkah ini sebagai sinyal kuat dari pemerintah terhadap arah masa depan ekonomi nasional.
“Langkah strategis dari pemerintah ini disambut positif oleh pasar. Pemerintah telah mengirimkan sinyal kuat kepada pelaku pasar keuangan bahwa para penasihat Dana Abadi Nusantara memiliki pengakuan global dan integritas tinggi yang akan memberikan panduan ke depan dalam lanskap investasi sovereign wealth fund (SWF),” ujar Shan Saeed dalam pernyataannya, Senin.
Baca juga : Rosan Pastikan Pengurus Danantara Berintegritas, Cek Nama-Namanya Di Sini
Dalam struktur pengurus yang dirilis, dua mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono, didaulat menjadi anggota dewan pengarah Dana Abadi Nusantara.
Nama-nama internasional seperti Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar di dunia Bridgewater, ekonom ternama Jeffrey Sachs, dan mantan Perdana Menteri Thailand sekaligus miliarder Thaksin Shinawatra juga turut bergabung sebagai penasihat.
“Figur-figur ini membawa kredibilitas dan integritas tinggi ke pasar keuangan. Dengan latar belakang yang kuat dan keahlian global, mereka dapat memberikan transparansi dan nasihat profesional demi memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan tata kelola dana ini,” tambah Shan.
Danantara sendiri diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Februari lalu sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran atas Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca juga : IHSG Hanya Turun Sementara, Analis: Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh Positif
Dana ini ditargetkan akan berinvestasi hingga USD 20 miliar pada sektor-sektor strategis seperti hilirisasi mineral, kecerdasan buatan (AI), energi, dan pangan.
“Pemerintah terlihat sangat berkomitmen untuk membawa perubahan nyata pada perekonomian dan meningkatkan standar hidup masyarakat Indonesia. Dana ini membutuhkan tim yang solid untuk menumbuhkan kepercayaan investor dan kesuksesan jangka panjang,” kata Shan.
Menurutnya, Danantara diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional baik di dalam negeri maupun secara global.
“Mandat dari dana ini adalah mendorong pertumbuhan dan membentuk trajektori ekonomi yang kokoh di tingkat makro. Kami di Juwai IQI, sebagai pemain properti terbesar di ASEAN, sepenuhnya mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : Bantah Isu Mundur, Airlangga dan Sri Mulyani Pastikan Tetap Bekerja
Shan juga menegaskan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia. “Saya yakin perekonomian akan menunjukkan momentum kuat, dan iklim investasi akan menguntungkan bagi investor global dalam jangka panjang. Outlook ekonomi Indonesia tampak cerah dalam 3 hingga 5 tahun ke depan,” tutupnya.
Peluncuran susunan pengurus Danantara hari ini sekaligus mempertegas keseriusan pemerintah dalam menjadikan dana ini sebagai pilar baru pembangunan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya