Dark/Light Mode

Ray Dalio Sebut AI Bisa Ubah Peradaban, Ini Kata Pendiri AI3 Sony Subrata

Senin, 10 Maret 2025 13:09 WIB
Pendiri Artificial Intelligence Implementation Initiative (AI3), Sony Subrata. (Foto: Dok AI3)
Pendiri Artificial Intelligence Implementation Initiative (AI3), Sony Subrata. (Foto: Dok AI3)

RM.id  Rakyat Merdeka - Investor ternama asal Amerika Serikat (AS), Raymond Thomas Dalio (Ray Dalio), menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mencapai status sebagai negara maju. 

Hal ini disampaikan Dalio dalam pertemuannya dengan Presiden, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta beberapa hari yang lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Dalio membahas pandangan yang dituangkan dalam bukunya The Changing World Order, yang menjelaskan lima faktor utama yang mempengaruhi perubahan dalam tatanan dunia dan dinamika global.

Dalio menjelaskan, faktor pertama berkaitan dengan siklus uang, utang, dan pasar. Siklus ini terus berulang dan mempengaruhi daya beli serta kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Baca juga : Fenomena PHK Massal di 60 Perusahaan, Ini Kata Pakar Mediator

Faktor kedua adalah meningkatnya konflik internal dalam suatu negara antara kubu kiri dan kanan. Dalio menilai ketegangan ini telah berkembang menjadi bentuk konfrontasi langsung yang bukan lagi sekadar perbedaan pandangan atau kompromi.

Faktor keempat adalah bencana alam, yang menurut Dalio memiliki dampak yang lebih besar daripada konflik militer. Kekeringan, banjir, dan pandemi telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dan mengacaukan tatanan politik serta ekonomi di berbagai negara.

Faktor terakhir adalah daya cipta manusia dalam pengembangan teknologi baru. Dalio menyebut kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai penemuan teknologi paling berpengaruh dalam sejarah modern. Menurutnya, AI akan membawa perubahan besar di berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan ekonomi.

Menanggapi pandangan Dalio, pendiri Artificial Intelligence Implementation Initiative (AI3), Sony Subrata menegaskan, kehadiran Ray Dalio di Indonesia memperkuat urgensi penerapan AI di berbagai sektor.

Baca juga : Ratusan Warga Bidara Cina Mengungsi Karena Banjir Semakin Parah

"Kehadiran Ray Dalio di Indonesia mengingatkan kita akan pentingnya Artificial Intelligence. Seperti yang disampaikan dalam bukunya The Changing World Order, faktor kelima (daya cipta manusia dan teknologi baru) memegang peran krusial dalam menentukan arah perubahan global. AI akan membawa dampak besar di hampir semua sektor, termasuk pemerintahan," ujar Sony di Jakarta, Senin (10/03/2025).

Sony juga menekankan AI3 sebagai lembaga think tank non-profit, akan terus mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk segera mengadopsi AI dalam operasional mereka.

"Kami di AI3 selalu mengingatkan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk segera mengimplementasikan AI dalam sistem mereka. Teknologi AI yang tersedia saat ini sudah siap diadopsi dan dapat meningkatkan produktivitas serta efisiensi secara signifikan," jelasnya.

Lebih lanjut Sony juga menambahkan pentingnya kesadaran dan kesiapan dalam penerapan AI di tingkat kementerian, lembaga, dan sektor swasta. "Penting bagi kementerian, lembaga pemerintah, maupun sektor swasta untuk memahami bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong efisiensi dalam operasional sehari-hari," tutup Sony.

Baca juga : Persis Ogah Santai Meski Keluar Dari Zona Neraka

Sebagai informasi, AI3 adalah platform kolaboratif yang mempertemukan spesialis AI, akademisi, konsultan, dan pembuat kebijakan untuk mengidentifikasi dan menerapkan teknologi AI mutakhir yang dapat mengoptimalkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di seluruh sektor publik dan swasta di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.