Dark/Light Mode

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Pasca Lebaran

Daerah Diminta Siapkan Subsidi Pangan Via APBD

Senin, 7 April 2025 07:00 WIB
Kepala Bapanas Arief Prase­tyo Adi. (Foto: Instagram/badanpangannasional)
Kepala Bapanas Arief Prase­tyo Adi. (Foto: Instagram/badanpangannasional)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengimbau kepala daerah menyiapkan subsidi pangan guna mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok (bapok) pasca Lebaran.

Kepala Bapanas Arief Prase­tyo Adi mengatakan, subsidi pangan dapat disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Daerah (APBD). Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

“Saya berharap gubernur hingga bupati dapat memper­siapkan APBD khusus pangan agar gerakan pangan murah da­pat dirasakan masyarakat luas,” ujar Arief dalam keterangan resmi Bapanas, dikutip Minggu (6/4/2025).

Menurut Arief, secara umum komoditas pangan selama Rama­dan hingga Lebaran relatif stabil. Pasokan pangan dari petani dan peternak ke pasar juga meningkat, sehingga stok saat ini tercukupi dan terkendali.

Baca juga : Lulusan SD Kini Bisa Jadi Pasukan Oranye

Stok beras di Perum Bulog, misalnya, meningkat dari 2 juta ton menjadi 2,29 juta ton dan di­targetkan mencapai 3 juta ton.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Bapanas telah dilaksanakan sebanyak 2.634 kali di seluruh Indonesia pada periode Januari-Maret.

Operasi pasar murah bersama kementerian/lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta juga telah dilakukan di 3.751 titik.

Realisasi penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Ramadan dan Idul Fitri mencapai 70 ribu ton dari target 150 ribu ton.

Baca juga : Misi Raih Tiket Perempat Final

Apresiasi juga diberikan Ba­panas kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan aktif dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, harga gabah dan beras di sejum­lah daerah tetap stabil, demikian pula pasokannya.

“Saya sudah menyampaikan ke direksi Bulog di beberapa daerah terdapat antrean truk yang masuk ke gudang Bulog. Saya kira ini harus diantisipasi,” katanya.

Yudianto Yosgiarso dari Per­himpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pete­lur Nasional juga mengapresiasi upaya Pemerintah menjaga sta­bilitas harga di tingkat peternak dan pasar.

Baca juga : Formula Satu, Verstappen Akhiri Paceklik Gelar

“Kami berharap Pemerintah terus mengawal harga di peter­nak agar tidak terlalu jatuh,” harap Yudianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.