Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Fase Inisiasi FEED OLNG (Onshore LNG Front-End Engineering Design) untuk pengembangan Proyek LNG Abadi, resmi dimulai.
Hal ini secara resmi diumumkan pada di Jakarta pada Rabu (9/4/2025) oleh INPEX Masela, LTD. (INPEX), anak perusahaan dari INPEX Corporation, sebagai operator Lapangan Gas Abadi dan atas nama mitra kerja sama, yaitu Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (PETRONAS Masela).
Fase ini difokuskan pada pemilihan teknologi lisensor likuefaksi dan teknologi penggerak turbin gas. Keduanya merupakan elemen penting untuk mempercepat keseluruhan tahapan desain rekayasa awal (FEED).
Inisiatif ini penting, untuk memastikan kesiapan proyek dan kesesuaian dengan jadwal pengembangan, guna mewujudkan realisasi proyek secara tepat waktu. Hasil fase ini akan menjadi dasar teknis dan komersial untuk pelaksanaan FEED selanjutnya, sekaligus memastikan integrasi teknologi likuefaksi yang canggih, guna mengoptimalkan kinerja dan keandalan.
Baca juga : KPK Dalami Gratifikasi Dari Proyek Dinas PUPR Banjar
Launching seleksi teknologi ini dilakukan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Presiden dan CEO INPEX Takayuki Ueda beserta partner.
Pada arahannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, yang diwakili Kepala SKK Migas, Djoko Siwanto menyampaikan apresiasinya atas kegiatan launching OLNG FEED Proyek Abadi Masela.
Momen ini menjadi sinyal positif akan keberlanjutan pengembangan Lapangan Abadi, mengingat proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang sangat dinantikan, karena peran vitalnya dalam mendukung ketahanan energi nasional. Proyek ini juga mencerminkan penerapan teknologi tinggi dan semangat kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
"Hari ini, kita bersama-sama menapaki satu langkah besar berikutnya, yaitu dimulainya inisiasi tahap FEED untuk pengembangan Onshore OLNG,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) sejak 2019 ini.
Tahap ini penting, lanjutnya, untuk memastikan kesesuaian desain teknis terhadap kebutuhan komersial dan lingkungan. Sekaligus menjadi langkah awal untuk mengakselerasi keseluruhan jadwal FEED.
Djoko berharap, inisiasi tahap FEED OLNG ini dapat menjadi milestone yang sangat berarti—membawa Proyek Abadi semakin dekat ke tahap proyek berikutnya secara on time, on budget, on schedule, dan on safety.
"Inisiasi ini juga diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dengan segera disepakatinya Perjanjian Jual Beli Gas (PPJG) menuju Final Investment Decision (FID) di tahun depan," imbuhnya.
Djoko menegaskan kembali komitmen SKK Migas dalam mendorong percepatan proyek ini menuju target besar Onstream pada 2030, dengan senantiasa menjunjung tinggi semangat kolaborasi dan profesionalisme dari INPEX dan para mitra KKS.
Baca juga : Pembiayaan UMKM BSI Tembus Rp 21,37 Triliun Di Februari 2025
"Mari kita selesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan sense of urgency yang kuat. Proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu dan sesuai anggaran, tapi juga menjadi benchmark proyek kelas dunia, yang mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, dan keunggulan teknis," pungkasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya