Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perang Tarif Bikin Ekonomi Global Terbelah, CT: Indonesia Harus Cepat Berbenah
Minggu, 13 April 2025 11:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bos CT Corp Chairul Tanjung mengajak para pemangku kepentingan untuk segera menyusun strategi reformasi ekonomi guna mengantisipasi dampak fragmentasi global yang semakin nyata.
Hal itu disampaikan CT, sapaan akrabnya, dalam diskusi bertajuk “Membangun Ketahanan: Ekonomi Kawasan dalam Dunia yang Terfragmentasi” yang digelar The Yudhoyono Institute di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (13/4/2025).
Dalam sesi panel bertajuk “Ekonomi Global dan Masa Depan Kawasan”, CT menyoroti dampak negatif dari kebijakan ekonomi global, khususnya kebijakan proteksionisme yang kian agresif dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Baca juga : Perang Posmodern Dan Peluang Indonesia Di Era Geopolitik Trump
“Setelah lebih dari 30 tahun globalisasi, kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Amerika mulai merasa terancam supremasinya, baik secara ekonomi maupun geopolitik,” ujar CT.
Ia menyebut era Trump 2.0 menjadi lebih keras. Salah satu contohnya adalah kenaikan tarif impor demi menekan defisit perdagangan. Meski begitu, CT meyakini Indonesia bisa menghadapinya.
“Dampaknya tidak akan terlalu besar. Ekspor kita ke Amerika hanya sekitar 10 persen dari total ekspor dan surplus kita dengan Amerika sekitar 3 miliar dolar,” jelasnya.
Baca juga : DPR: Saatnya Perkuat Produksi Pangan Lokal
Namun yang menjadi perhatian serius adalah efek domino dari perang dagang antara AS dan China. Jika eskalasi terus terjadi, CT memperingatkan, ekonomi dunia akan melambat. Permintaan global turun, harga komoditas jatuh, dan ekonomi Indonesia yang sangat bergantung pada ekspor komoditas akan terkena dampak besar.
“Kalau harga komoditas turun, seluruh sektor kena, termasuk pendapatan fiskal. Lalu investasi turun, daya beli turun, akhirnya ekonomi berputar ke bawah. Kita bisa masuk ke dalam circle down of economy,” tegas CT.
Ia mengajak para pemangku kepentingan untuk segera menyusun strategi reformasi ekonomi. Ia menyebut forum seperti ini bisa memberi kontribusi nyata bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Tensi Pasar Global Meningkat, Ekonom: Indonesia Punya Penyangga Kuat
“Reformasi seperti apa yang diperlukan? Ini harus kita bahas secara serius. Jangan sampai kita terlambat dan akhirnya hanya bisa bereaksi, bukan mengantisipasi,” tutup CT.
Diskusi ini juga menghadirkan tokoh-tokoh ekonomi seperti anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, ekonomi Chatib Basri, dan Prof. Hermanto Siregar, serta dimoderatori Raden Pardede.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya