Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Danantara Dibutuhkan Buat Topang Perekonomian
Pemerintah Diharapkan Kebut Fase Konsolidasi
Kamis, 24 April 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, salah satu merger yang bakal dilanjutkan oleh Danantara adalah merger antara PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Tiko, sapaan akrab Wamen Kartika mengaku, holding operasional Danantara tengah mengkaji aspek ekonomi dan legal, sebelum kedua entitas resmi digabungkan.
Salah satu BUMN yang telah menggandeng Danantara untuk mencari mitra strategis, adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, atau Mind ID.
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha Mind ID Dilo Seno Widagdo mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah rencana investasi jangka panjang yang sangat efektif, khususnya untuk memberi dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat.
Baca juga : Posisi LG Digantikan Investor Asal China
Untuk itu, perseroan telah merancang proyek hilirisasi senilai 14,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 241 triliun.
Adapun, nilai investasi proyek hilirisasi yang dimaksud terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery Fase 2 di Memawah, Ekspansi Aluminium Smelter di Mempawah, Industri Smelter Copper di Gresik dan EV (Electric vehicle) Battery Ecosystem di Halmahera.
Dilo meyakini, melalui Danantara, proyek-proyek strategis ini dapat menemukan mitra yang tepat.
“Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas,” kata Dilo dalam keterangan resminya, Selasa (22/4/2025).
Baca juga : 12 Titik Di Jakarta Utara Diramal Terendam Banjir
Sebelumnya, terkait MoU Danantara dengan Bappenas, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan, MoU tersebut bertujuan mendorong investasi pada Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ini langkah awal dalam memperkuat sinergi antarlembaga, demi mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” kata Rosan dalam keterangannya, Senin (14/4/2025).
Nantinya, kolaborasi ini tak hanya menyangkut koordinasi teknis. Tetapi juga mencakup identifikasi proyek potensial, sinkronisasi regulasi, pengembangan skema investasi kreatif, hingga manajemen risiko lintas sektor.
Bahkan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi prioritas, agar pengelolaan investasi berjalan semakin profesional.
Baca juga : Atletico Madrid Vs Rayo Vallecano, Peluang Atletico Juara Setipis Tisu
“Yang tentunya juga adaptif terhadap tantangan zaman,” katanya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 24 April 2025 dengan judul "Danantara Dibutuhkan Buat Topang Perekonomian, Pemerintah Diharapkan Kebut Fase Konsolidasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya