Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Proyek Baterai Kendaraan Listrik Tetap Jalan
Posisi LG Digantikan Investor Asal China
Kamis, 24 April 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan proyek strategis nasional pengembangan baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) senilai Rp 165,3 triliun tetap berjalan. Meski LG Energy Solution resmi mundur sebagian konsorsium investasi.
Posisi perusahaan asal Korea Selatan tersebut kini digantikan oleh investor baru asal China, Huayou, yang akan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Proyek yang merupakan bagian dari skema Indonesia Grand Package itu awalnya hasil kerja sama antara Indonesia dan LG yang ditandatangani pada 18 Desember 2020, dengan investasi sebesar 9,8 miliar dolar AS.
Baca juga : 12 Titik Di Jakarta Utara Diramal Terendam Banjir
“Secara konsep, pembangunan Grand Package tidak mengalami perubahan. Infrastruktur dan rencana produksi tetap berjalan sesuai peta jalan awal,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Menurut Bahlil, perubahan hanya terjadi pada komposisi investor. LG tidak lagi melanjutkan keterlibatannya dalam Joint Venture (JV) tahap pertama, kedua dan ketiga.
Bahlil menegaskan, mundurnya LG tidak berdampak pada kesinambungan proyek. Pemerintah telah menyiapkan mitigasi dan memastikan proses transisi berjalan lancar.
Baca juga : Atletico Madrid Vs Rayo Vallecano, Peluang Atletico Juara Setipis Tisu
Sebagai bagian dari realisasi proyek, Presiden ke-7 Jokowi sebelumnya telah meresmikan pabrik sel baterai EV pertama di Indonesia pada 3 Juli 2024.
Pabrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat ini, hasil kolaborasi antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution melalui PT HLI Green Power, dan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 10 gigawatt hour (GWh).
“Investasi senilai hampir 8 miliar dolar AS untuk pengembangan tahap lanjutan tetap berlanjut. Groundbreaking tahap selanjutnya direncanakan tahun ini,” kata Bahlil.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya