Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Citi Indonesia Ramal BI Rate Bakal Turun Tiga Kali Tahun Ini
Sabtu, 26 April 2025 09:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Citibank NA Indonesia atau Citi Indonesia memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebanyak tiga kali pada tahun ini. Menurut dia, total penurunannya mencapai 75 basis poin, dari 5,75 persen menjadi 5 persen.
Hal ini disampaikan Ekonom Citibank N.A. Indonesia Helmi Arman saat ditemui di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Saat ini, permintaan dolar Amerika Serikat (AS) meningkat karena banyak perusahaan dalam negeri sedang mengirim dividen kepada pemegang saham asing, atau dikenal repatriasi dividen yang biasanya terjadi pada April dan Mei.
Jika The Fed mulai menurunkan suku bunga, menurutnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mereda, sehingga BI dapat menurunkan suku bunga tanpa memicu pelemahan rupiah. Ia menilai, penurunan suku bunga ini bisa menjadi katalis baru bagi masuknya arus dana ke pasar saham dan obligasi, terutama surat utang bertenor pendek.
Baca juga : Sail to Indonesia 2025, Andalan Baru Pemerintah Genjot Wisata Bahari
"Dengan berakhirnya musim repatriasi dividen dan potensi pelonggaran moneter The Fed, perkiraan kami tekanan terhadap rupiah akan mereda," ungkapnya.
Kinerja Citi
Di kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan, pihaknya tetap waspada dalam menghadapi dinamika pasar yang kompleks.
"Kami akan terus menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi sambil berinovasi," katanya.
Ia menjelaskan, bisnis perbankan Citi seperti Corporate Banking, Global Network Banking dan Commercial Banking, mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif di tengah kondisi eksternal yang menantang.
Baca juga : Pameran Terbesar Kemaritiman Sea Indonesia 2025 Bakal Digelar Di Kemayoran
Sepanjang tahun 2024, pihaknya membukukan laba bersih sebesar Rp 2,6 triliun secara tahunan (year-on-year/YoY).
"Capaian ini didorong oleh efisiensi beban operasional, yang menghasilkan perbaikan Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 40,4 persen, dari 65,7 persen pada tahun sebelumnya," bebernya.
Bahkan, peningkatan laba turut berkontribusi pada peningkatan Return on Asset (ROA) menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 3,3 persen pada 2023, serta Return on Equity (ROE) sebesar 13,7 persen.
Begitu juga, Rasio Liquidity Coverage (LCR) dan Rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia tetap kuat di 333,8 persen dan 166,3 persen, di atas ketentuan minimum.
Baca juga : CPI Indonesia Luncurkan Buku Kunci Hadapi Krisis Iklim Dan Energi
"Kami mampu mempertahankan struktur permodalan yang solid, tecermin dari Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 40,5 persen, naik dari 37,9 persen pada tahun sebelumnya," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya