Dark/Light Mode

Bang Doel Ingatkan Tantangan Makin Berat

Tata Kelola Dan Layanan BUMD Belum Optimal

Rabu, 30 April 2025 06:50 WIB
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memberikan sambutan saat membuka kegiatan BUMD Leader’s Forum 2025 di Tavia Hotel Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025).. (Foto: beritajakarta.id)
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memberikan sambutan saat membuka kegiatan BUMD Leader’s Forum 2025 di Tavia Hotel Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025).. (Foto: beritajakarta.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mayoritas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta belum optimal. Tahun ini diharapkan bisa bekerja lebih baik, sehingga berbagai temuan negatif Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dapat segera diatasi.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengatakan, BUMD harus inovatif, kreatif dan tang­guh menghadapi perkembangan, agar mampu merespons per­kembangan global dan mendu­kung upaya mewujudkan Jakarta menjadi Top 50 kota global.

“Karena tantangan pereko­nomian ke depan semakin be­rat, baik yang bersifat ekster­nal maupun internal,” kata pria yang akrab disapa Bang Doel saat membuka kegiatan BUMD Leader’s Forum 2025 di Tavia Hotel Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025).

Kinerja BUMD DKI Jakarta juga menjadi sorotan Komisi B DPRD DKI. Dalam hasil pem­bahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Tahun 2024, Komisi B menilai, kinerja mayoritas BUMD DKI belum berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pemasukan kas daerah.

“Komisi B mencatat, kinerja sebagian besar BUMD belum optimal, baik dari sisi pelayanan publik, tata kelola perusahaan, maupun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah atau PAD,” kata Ketua Komisi B DPRD DKI Nova Harivan Paloh.

Baca juga : 80 Ribu Anak Terpapar Judol, Puan Geram

Selain itu, tingkat produktivitas BUMD selama 2024 menu­run, dari 92 persen menjadi 77 persen. Melihat kondisi demiki­an, menurut Nova, ada indikasi mismanajemen.

Meski demikian, Nova me­ngakui bahwa aset dan ekui­tas BUMD meningkat. Namun, lanjutnya, dari sisi transparansi pengelolaan aset, laporan ke­uangan, dan respons terhadap temuan BPK, perlu ditingkatkan.

“Langkah penting yang harus dilakukan BUMD adalah fokus ke bisnis inti,” tegas Nova.

Seiring itu, Rano Karno ber­harap, sinergi yang telah terbangun selama ini antara Pem­prov DKI dan BUMD terus diperkuat, sehingga mampu meng­hadapi berbagai tantangan proses transformasi Jakarta menuju kota global.

Menurut Rano, dengan peran barunya sebagai pusat pereko­nomian dan kota global, Jakarta memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tahun 2024 sebe­sar 16,71 persen. Selain itu, ber­dasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2025, Jakarta tercatat menyumbang 14,1 persen dari total investasi nasional.

Baca juga : Terima Federasi Industri Korea, Prabowo Ditemani Gibran

Namun, laporan Global City Index saat ini, masih mencatat­kan Jakarta berada di peringkat 74 dari 156 kota dunia. Posisi ini menunjukkan, masih terdapat berbagai tantangan perkotaan yang perlu ditangani bersama untuk mewujudkan Jakarta ke dalam jajaran 50 kota global teratas pada 2030.

Rano juga mengingatkan se­luruh BUMD, agar lebih peka terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik internasional. Seperti, perang tarif antara Amerika Seri­kat dengan beberapa negara, yang dinilai potensial berdampak terhadap perekonomian global dan berimbas terhadap lini bisnis BUMD.

Dia mencontohkan, belum lama ini investasi LG senilai Rp 150 di Indonesia dipindahkan ke Vietnam. Karena itu, menurutnya, perlu pen­guatan kolaborasi dan membangun sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, pusat dan daerah. Seperti dengan kementerian/lem­baga, BUMN, Pemerintah Daerah, BUMD daerah lainnya dan entitas swasta sebagai solusi.

Rano menambahkan, BUMD harus melaksanakan pembe­nahan fundamental tata kelola. Termasuk, penyusunan laporan keuangan, proses bisnis oleh para profesional secara akuntabel dan transparan, sehingga, mampu membawa BUMD DKI melaku­kan Initial Public Offering (IPO) dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Nasruddin Djoko Surdjono menjelaskan, BUMD Leader’s Forum merupakan kegiatan yang dirancang sebagai wadah seluruh pengurus BUMD dan para pemangku kepentingan, untuk membahas isu-isu strate­gis dan kolaborasi, dalam rangka mengembangkan BUMD.

Baca juga : Disampaikan Rosan Depan Presiden, 844 BUMN Resmi Jadi Bagian Danantara

Diikuti perwakilan 14 BUMD DKI, dengan format diskusi in­teraktif, kegiatan ini diharapkan mampu membantu penyusunan strategi transformasi BUMD yang adaptif dan inovatif terhadap tantangan eksternal serta internal.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman strategis BUMD dalam langkah akselerasi Jakarta sebagai kota global. Serta menggali berbagai strategi, guna meningkatkan hubungan bisnis yang adaptif terhadap perubahan, melalui transformasi dan inovasi,” jelasnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.