Dark/Light Mode

Pelindo Solusi Logistik Berkomitmen Dorong Pemberdayaan Disabilitas

Minggu, 4 Mei 2025 22:19 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas di Indonesia melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Langkah ini sejalan dengan arahan Pemerintah untuk memperkuat pembangunan inklusif, mendukung pelaksanaan Asta Cita serta mendorong terciptanya kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

SPSL secara konsisten meluncurkan berbagai inisiatif untuk komunitas disabilitas. Program ini diawali dengan pemberian bantuan kaki palsu gratis dan dilanjutkan dengan distribusi Ankle Foot Orthosis (AFO).

Memperluas kontribusinya, perusahaan kembali meluncurkan program Kelompok Disabilitas Produktif (KEDIP) untuk mendukung peningkatan kemandirian penyandang disabilitas melalui kegiatan pembekalan UMKM disabilitas.

Baca juga : Dukung IPPA Fest 2025, BRI Dorong Peran Pemberdayaan Warga Binaan

KEDIP tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha dan modal tapi juga membekali peserta dengan pelatihan marketing, optimalisasi media sosial, branding dan packaging, pencatatan keuangan hingga advokasi legalitas usaha melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pendampingan intensif juga dilakukan untuk memastikan usaha peserta berkelanjutan.

Direktur Keuangan, SDM, & Manajemen Risiko Pelindo Solusi Logistik Herman Susilo mengatakan, program ini bertujuan untuk membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

"Program-program ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi saudara-saudara disabilitas, sehingga mereka bisa berdaya dan produktif di tengah masyarakat," kata Herman, Minggu (4/5/2025).

Baca juga : Bali Mati Listrik, Mensesneg Telepon Dirut PLN

Holimah, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa terima kasih kepada SPSL atas dukungan yang diberikan melalui Program KEDIP.

"Saya berharap bantuan ini dapat membantu kami dalam meningkatkan kapasitas usaha, dan ke depannya semoga dapat menjangkau saudara-saudara kami yang lain yang membutuhkan," ujar Holimah.

Selanjutnya, SPSL juga meluncurkan Program Pijat Netra Berdikari (Pijar) yang memberikan pelatihan keterampilan pijat profesional bagi tuna netra.

Program ini mencakup sosialisasi, pelatihan teknik pijat, pemberian bantuan sarana pendukung pijat, penyediaan seragam, hingga sertifikasi pijat profesional yang diberikan oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).

Baca juga : Personel Polri Bersih-bersih Kawasan Monas Usai Perayaan May Day

Penerima manfaat program Pijar, Dedy mengungkapkan, program ini memberikan lebih dari sekadar pelatihan.

"Kami merasa dihargai dan diberdayakan. Dengan keterampilan ini, saya tidak lagi hanya mengandalkan bantuan orang lain, tetapi bisa mandiri dan percaya diri untuk memulai usaha sendiri," jelasnya.

Menurut Dedy, sertifikasi dari Pertuni menjadi bekal berharga untuk membuka praktik pijat secara profesional.

"Dengan adanya sertifikasi, saya merasa diakui secara profesional. Ini memberikan saya rasa percaya diri dan lebih semangat lagi," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.