Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamenkop Tekankan Pemikiran Bung Hatta Soal Koperasi Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Senin, 12 Mei 2025 06:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa Bung Hatta meyakini koperasi bukan sekadar bentuk usaha, tetapi merupakan jalan menuju transformasi sosial dan ekonomi yang menempatkan rakyat sebagai pelaku utama.
"Beliau menekankan bahwa koperasi adalah alat perjuangan rakyat untuk membebaskan diri dari belenggu kapitalisme dan ketimpangan," ucap Ferry saat menjadi Keynote Speech pada Seminar Nasional Pemikiran Bung Hatta, di Bandung, Sabtu (10/5/2025).
Tak hanya itu, lanjut Ferry, koperasi yang juga sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat dan mewujudkan kemandirian ekonomi, dapat diimplementasikan dengan koperasi yang memiliki nilai tambah dan berjiwa wirausaha.
Baca juga : WINGS Gandeng UNICEF Tingkatkan Akses Air dan Sanitasi Aman di Sekolah
"Gagasan koperasi Bung Hatta tidak bisa dilepaskan dari landasan konstitusional bangsa kita, yaitu Pasal 33 UUD 1945," ujar Ferry.
Bahkan, menurut Ferry, dalam pasal ini ditegaskan pula cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
"Artinya, mandat konstitusi ini selaras secara prinsipil dengan gagasan koperasi," ucap Ferry. Sehingga itu, menurutnya, salah satu bentuk kongkrit dari komitmen ini adalah peluncuran program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Baca juga : Salurkan Pembiayaan, LPDD Dorong Koperasi Kopi Jadi Motor Ekonomi Desa
"Kopdes/Kel Merah Putih adalah upaya besar dan bersejarah untuk mengatasi berbagai persoalan struktural di pedesaan, seperti rantai distribusi yang panjang, terbatasnya akses permodalan, dan maraknya pinjol ilegal," ucap Ferry.
Melalui program Kopdes/Kel Merah Putih, pemerintah ingin membangun pusat ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkeadilan.
"Ini adalah langkah untuk memperpendek rantai distribusi, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja baru," ucap Ferry.
Baca juga : Lanjutan Sidang Hasto, KPK Hadirkan Kusnadi dan Nur Hasan
Ia meyakini pembangunan ekonomi tidak akan berhasil jika tidak dimulai dari desa. Maka, Kopdes/Kel Merah Putih harus menjadi jantung ekonomi lokal, mengelola potensi wilayah, menciptakan lapangan kerja, dan menumbuhkan semangat kolektif.
"Namun, semua itu tidak akan berhasil tanpa keterlibatan seluruh elemen bangsa, mulai dari akademisi, pelaku usaha, generasi muda, dan masyarakat sipil," pungkas Ferry.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya