Dark/Light Mode

Raih SPE-GRK, Pemerintah Minta Perusahaan Sawit Tiru PTPN IV PalmCo

Senin, 12 Mei 2025 17:15 WIB
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III melalui Subholding PTPN IV PalmCo meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III melalui Subholding PTPN IV PalmCo meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). 

Sertifikat yang berperan penting dalam memperkuat ekosistem perdagangan karbon nasional tersebut tercatat merupakan yang pertama diraih dalam industri perkebunan nasional. 

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan langsung secara simbolis SPE-GRK kepada manajemen PTPN IV PalmCo di Instalasi Pembangkit Tenaga Biogas Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau. 

Penghargaan diterima langsung Region Head Regional III PalmCo Ahmad Gusmar Harahap disaksikan oleh Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV Ugun Untaryo. 

"Selamat kepada jajaran PTPN IV PalmCo. Sertifikat ini menjadi bukti kita mampu mereduksi emisi dari sektor agrikultur," kata Hanif dalam keterangan resminya, Senin (12/5/2025). 

Hanif mengatakan, awalnya sempat pesimistis sektor perkebunan mampu menekan emisi, terlebih lagi sektor tersebut dikenal sebagai salah satu yang disoroti karena memiliki potensi pelepasan emisi yang tinggi berdasarkan triple planetary issue

Baca juga : Kerek Daya Beli Rakyat, Pemerintah Diminta Permudah Izin Investasi

Namun, Hanif mengapresiasi keseriusan PTPN IV PalmCo yang melaksanakan beragam inisiatif dalam melaksanakan program enviroment, social, and governance (ESG), salah satunya dekarbonisasi guna mendukung program Net Zero Emission (NZE) 2060.

Untuk itu, Hanif meminta kepada Sekjen Gapki Hadi Sugeng agar langkah yang ditempuh PTPN IV PalmCo dapat ditiru dan direplikasi kepada seluruh perusahaan perkebunan sawit nasional. 

"Harapannya, kita bersama Pak Sekjen Gapki bisa ditularkan kepada perusahaan perkebunan di Indonesia. Kenapa, karena ini adalah langkah konkrit untuk mengatasi isu-isu negatif global," ujarnya. 

Hanif juga meminta agar perusahaan lainnya dapat belajar dari PTPN IV PalmCo, dengan berkunjung dan belajar langsung dari PTBg Cofiring Lubuk Dalam untuk mempelajari serta memperoleh SPE-GRK ini.

Eks Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan itu mengakui tidak mudah menyusun dan melengkapi seluruh tahapan hingga memperoleh sertifikat dalam bentuk elektronik tersebut. 

Lebih jauh, Hanif turut berpesan kepada PTPN IV agar dapat mendaftarkan sertifikat tersebut atau listing ke pasar perdagangan karbon nasional dan internasional.

Baca juga : Darurat Kecelakaan, Pemerintah Harus Jujur Jika Anggaran Keselamatan Tidak Ada

"Nanti teman-teman PTPN bisa lakukan dual listing, pasar karbon Indonesia dan gold standar, sehingga dapat memperkuat revenue," imbaunya. 

Adapun, SPE-GRK merupakan bentuk pengakuan terhadap PTPN IV PalmCo yang telah berhasil melakukan insiatif penting dalam mengurangi jumlah gas rumah kaca sebagai penyebab utama perubahan iklim dan pemanasan global.

Sertifikat berbentuk elekronik ini diperoleh Pembangkit Tenaga Biogas Lubuk Dalam Kabupaten Siak, Riau berdasarkan verifikasi Tim Measurement, Reporting, and Verification (MRV), Kementerian LH sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor 21 Tahun 2022 telah mengurangi emisi GRK. Terutama melalui aksi mitigasi pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit (POME) selama 4 tahun terakhir sebesar 33.799 ton CO2e. 

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras perusahaan dalam mengakselerasi program dekarbonisasi, sekaligus penciptaan sirkular ekonomi melalui pengolahan limbah cair sawit menjadi energi baru terbarukan. 

"SPE GRK ini adalah langkah awal dari kami untuk tidak hanya fokus pada dekarbonisasi, namun juga langkah PTPN IV PalmCo untuk terlibat aktif dalam membangun ekosistem perdagangan karbon nasional," katanya. 

Jatmiko mengakui, dalam melaksanakan program dekarbonisasi memiliki tantangan tersendiri. Namun, pihaknya tetap berkomitmen memperluas program yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir sebagai langkah penting mendukung NZE Indonesia 2060 yang selaras dengan komitmen Indonesia mendukung Paris Agreement dalam membatasi peningkatan suhu global. Termasuk menargetkan agar 2 fasilitas biogas lainnya yang di bawah PalmCo dapat segera tersetifikasi SPE-GRK lainnya, yakni PTBg Tapung di Riau dan PLTBg Pasir Mandoge di Sumatera Utara. 

Baca juga : Aismoli Dorong Pemerintah Bikin Peta Jalan Kendaraan Listrik

"PTPN IV PalmCo akan terus berkomitmen menjadi perusahaan pelopor keberlanjutan di sektor perkebunan. Kami berharap langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, serta perekonomian Indonesia," ujarnya. 

Sementara itu, Direktur Strategy dan Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menyebutkan, PTBg Cofiring PKS Lubuk Dalam merupakan satu di antara sejumlah proyek unggulan PTPN IV PalmCo dalam mendukung upaya dekarbonisasi. 

"PTBg Lubuk Dalam memanfaatkan biogas yang berasal dari POME untuk menghasilkan energi bersih sebagai bahan bakar pengganti cangkang pada boiler," kata Ugun. 

Biogas Cofiring PKS Lubuk Dalam yang telah menerima sertifikat SPE-GRK juga telah terdaftar di IDX Carbon.

"Kita sudah berhasil menjual 21.500 CO2Eq dan dengan hal tersebut PalmCo menjadi perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang bertransaksi di IDX Carbon atau perusahaan ke empat untuk seluruh industri," ujarnya. 

Untuk diketahui, PTPN IV PalmCo mampu mereduksi emisi sebesar 208 ribu ton CO2eq dan dipercaya hingga tahun 2030, melalui 30 fasilitas EBT yang dikembangkan, perusahaan pengelola sawit terluas di dunia ini akan mereduksi 836 ribu ton CO2Eq.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.