Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HUT Ke-60, PGN Fokus Layanan Gas Bumi Yang Berkelanjutan
Kamis, 15 Mei 2025 18:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, menandai perjalanan panjangnya selama 60 tahun sebagai tulang punggung penyaluran energi gas bumi nasional.
Dalam perayaan HUT ke-60 yang digelar di Jakarta, Rabu (14/5/2025), PGN menegaskan komitmennya untuk terus memperluas layanan gas bumi yang bersih, efisien, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Sejak berdiri pada 13 Mei 1965, PGN telah menjadi pionir pemanfaatan gas bumi dengan cakupan layanan yang kini menjangkau 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota, serta melayani lebih dari 820.000 pelanggan dari berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, industri, UMKM, kelistrikan hingga transportasi.
Direktur Utama PGN Arief S. Handoko mengatakan bahwa PGN saat ini menguasai 95 persen infrastruktur gas bumi nasional, dengan pangsa pasar mencapai 91 persen. Adapun volume penyaluran gas bumi mencapai 861 BBTUD dan volume transmisi sebesar 1.602 MMSCFD pada triwulan I tahun 2025.
Baca juga : Perpusnas Sedang Lincah-lincahnya Telurkan Gagasan Baru Cerdaskan Bangsa
“PGN berkomitmen terus membangun infrastruktur gas bumi untuk melayani masyarakat lebih luas lagi. Banyak tantangan yang harus kami atasi, baik melalui utilisasi jaringan pipa maupun non-pipa,” ujar Arief dalam sambutannya.
Aset strategis PGN dalam menopang sistem distribusi gas bumi nasional antara lain meliputi jaringan pipa transmisi South Sumatera–West Java (SSWJ), pipa Arun–Belawan, West Java Area (WJA), Gresik–Semarang (Gresem), hingga interkoneksi pipa Cisem I di Jawa Tengah.
Selain penyaluran melalui jaringan pipa, PGN juga menyediakan layanan gas bumi non-pipa dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG), yang dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau berbagai segmen pengguna. Sepanjang tahun ini, volume regasifikasi LNG meningkat 39 persen menjadi 237 BBTUD, memperkuat keandalan pasokan untuk sektor kelistrikan dan industri.
PGN pun tengah menyusun rencana penyaluran gas bumi untuk sektor kelistrikan di kawasan timur Indonesia, khususnya di Papua. Bersama anak usahanya, PGN telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra untuk proyek gasifikasi pembangkit listrik di Jayapura, Nabire, Biak, dan Manokwari.
Baca juga : Menko PM Dorong Pemberdayaan Desa Wisata Secara Berkelanjutan
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyampaikan optimismenya terhadap kinerja PGN sebagai agen pembangunan nasional di sektor energi.
“Sejalan dengan Asta Cita Presiden, salah satunya adalah mewujudkan swasembada energi. PGN diharapkan menjalankan peran strategisnya dalam mendukung program pemerintah melalui utilisasi gas bumi,” ujarnya.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menambahkan bahwa PGN perlu melakukan berbagai terobosan inovatif dan adaptif agar tetap relevan di tengah transformasi sektor energi.
“Pertamina dan PGN harus bahu membahu menerapkan prinsip keberlanjutan dengan menyalurkan energi bersih yang ramah lingkungan. PGN adalah garda terdepan dalam transformasi energi nasional,” kata Simon.
Baca juga : Fokus pada Fundamental Kinerja, Ini Strategi BRI Tumbuh Berkelanjutan
Sebagai bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060, PGN juga tengah mengembangkan biomethane bersama konsorsium asal Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari inovasi menuju masa depan energi yang lebih hijau.
“PGN terus berinovasi dan memperluas layanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah dinamika industri energi yang semakin kompleks,” tutup Arief.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya