Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dari Launching Buku Komunikasi Publik Panas Bumi
Begini Cara Anak Muda Mengkomunikasikan Geothermal
Rabu, 21 Mei 2025 08:00 WIB
Sebelumnya
“Karenanya, komunikasi publik harus faktual, adaptif, dan nyambung sama kebutuhan masyarakat. Jangan ngomong soal energi bersih pakai bahasa langit. Harus bisa diturunin jadi bahasa yang nempel di rakyat,” cetusnya.
Kiki juga menyambut baik keterlibatan generasi muda dalam proyek buku ini. Menurutnya, gerakan literasi energi harus terus hidup, dan media punya peran besar untuk menjembatani isu-isu strategis ke ruang publik yang lebih luas.
Kiki menyampaikan, sebagai media nasional, Rakyat Merdeka memiliki perhatian besar pada isu energi, khususnya dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ia juga menyoroti peran generasi muda dalam kampanye energi bersih melalui komunitas SRE yang kini telah tersebar di 51 kampus dengan lebih dari 4.500 anggota.
“Saya bangga Rakyat Merdeka telah menjadi saksi tumbuhnya SRE sejak berdiri di ITB tahun 2020. Kini mereka berkembang luas dan konsisten mengedukasi publik dengan cara yang kekinian,” kata Kiki.
Baca juga : Bonnie Triyana: Mereka Menolak Istilah Sejarah Resmi
Buku Komunikasi Panas Bumi dipuji karena menggunakan bahasa ringan dan kekinian tanpa mengurangi substansi keilmuan. Buku ini juga memperkenalkan tiga maskot yaitu Gege, Bubu, dan Mimi, yang mewakili dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dari energi panas bumi. “Anak-anak muda ini tahu cara menyederhanakan isu kompleks agar mudah dipahami. Ini penting untuk memperluas penerimaan publik terhadap energi bersih,” lanjutnya.
Dalam acara tersebut, Kiki juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Green Impact Festival bersama SRE pada Juli mendatang di Jakarta. Acara ini akan melibatkan ribuan peserta muda dari seluruh Indonesia, dan didukung penuh oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan dijadwalkan akan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Dengan komunikasi yang bagus, anak-anak muda akan semakin tertarik mengembangkan energi panas bumi yang punya potensi besar dan menciptakan banyak green jobs,” tuntasnya.
Sementara itu, Pendiri Society of Renewable Energy (SRE) Zagy Yakana Berian menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas latar belakang buat mempercepat pemanfaatan energi bersih, terutama panas bumi. “Generasi muda harus ada di garis depan perjuangan menuju ketahanan energi nasional. Nggak bisa cuma jadi penonton,” tegas Zagy.
Ia menegaskan, buku yang diluncurkan ini bukan kumpulan teori atau panduan teknis. Namun sebagai alat perjuangan. “Kita ingin energi bersih jadi milik semua orang. Bukan cuma proyek elite, tapi gerakan kolektif yang didorong masyarakat, terutama anak muda dari berbagai kampus di seluruh Indonesia,” serunya.
Baca juga : La Tinro La Tunrung: Kalau Ada Yang Salah, Diperbaiki Dan Diluruskan
Menurut Zagy, kalau ingin terjadi perubahan, harus dimulai dari kesadaran. Dan itu, kata dia, bisa dimulai dari ruang kelas, media sosial, sampai diskusi warung kopi. Yang penting, pesannya sampai dan semangatnya hidup.
Ia menuturkan, buku ini lahir dari pengalaman pribadinya yang berasal dari latar belakang teknik mesin, tapi dipaksa belajar komunikasi saat pandemi Covid-19. Dari situ, jaringan SRE berkembang cepat hingga kini hadir di 51 kampus, bahkan pernah mencetak rekor MURI lewat webinar energi yang diikuti 45.000 peserta.
Zagy juga memperkenalkan tiga karakter simbolik dalam buku ini: Gege si pahlawan ekonomi; Bubu, si pejuang sosial; dan Mimi, si penjaga lingkungan. “Mereka mewakili semangat kolaborasi generasi muda lintas sektor yang saling melengkapi dalam mendorong pengembangan panas bumi di Indonesia,” jelasnya.
Buku Komunikasi Panas Bumi disusun untuk memperkuat peran masyarakat dalam pemanfaatan energi panas bumi. Bukan hanya sebagai sumber listrik, tapi juga untuk kegiatan produktif seperti pengeringan hasil tani, pemandian air panas, hingga industri lokal.
Baca juga : OSO: Pemuda Harus Punya Jiwa Petarung
Zagy berharap buku ini bisa menjadi bekal generasi muda untuk membantu pemerintah mencapai target Asta Cita, yakni ketahanan dan swasembada energi nasional. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung buku ini. Semoga jadi awal baru kebangkitan energi bersih Indonesia,” ujarnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya