Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka naik tipis 0,04 persen ke level Rp 16.321 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.328 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,44 persen, dolar Hong Kong naik 0,06 persen, dolar Taiwan naik 0,48 persen, peso Filipina menguat 0,08 persen, ringgit Malaysia naik 0,26 persen, dolar Singapura minus 0,04 persen, won Korea Selatan anjlok 0,63 persen, yuan China melemah 0,05 persen, dan baht Thailand minus 0,11 persen.
Baca juga : Rupiah Joss Lagi, Tembus Rp 16.295 Per Dolar AS
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,30 persen ke level 99,55. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,22 persen ke level Rp 21.936 dan terhadap dolar Australia naik 0,06 persen ke level Rp 10.494.
Analis Pasar Keuangan Futures, Lukman Leong mengatakan, meski menguat, rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound menyusul serangkaian data ekonomi AS yang lebih kuat. “Tetapi pelemahan akan terbatas mengingat dolar pada umumnya masih dalam tekanan kekhawatiran fiskal," jelasnya, Jumat (23/5/2025).
Baca juga : Naik Lagi, Harga Emas Sentuh Rp 1.923.000 Per Gram
Lukman memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.300 sampai Rp 16.400 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya