Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jadi Sektor Industri Strategis, INSA Dukung Pembiayaan Pengadaan Kapal Di IMW 2025
Jumat, 23 Mei 2025 21:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners' Association (INSA) mengungkapkan pembiayaan pengadaan kapal menjadi salah satu fokus pembahasan di Indonesia Maritime Week (IMW) 2025.
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, dukungan pendanaan merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha pelayaran nasional jika ingin bersaing dalam pelayaran global.
"Tantangan dalam upaya mendapatkan dukungan pendanaan yang kompetitif akan dibahas secara komprehensif di 1st Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 yang akan digelar pada 26 hingga 28 Mei 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta," kata Carmelita dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
Baca juga : Dukung Industri F&B Dalam Negeri, Event Mixing Minuman Soda Diadakan di BaliĀ
Carmelita menyampaikan salah satu pembicara kunci pada IMW 2025 yakni Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) Arsenio Dominguez. Menurutnya, pelayaran merupakan salah satu sektor industri strategis.
Lebih dari 90 persen aktivitas perdagangan global melalui laut. Di domestik, pelayaran berperan sebagai tulang punggung kegiatan logistik nasional mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.
Di sisi lain, pelayaran merupakan industri padat modal, yang membutuhkan dukungan pendanaan yang besar, baik untuk modal kerja operasional maupun investasi jangka panjang.
Baca juga : Pidato Di Stanford, AHY: RI Siap Dorong Pembangunan Berkelanjutan Dan Adil
Modal kerja yang dimaksud adalah gaji awak kapal, jasa kepelabuhanan, hingga kewajiban pajak, dan biaya bahan bakar, sedangkan investasi jangka panjang terkait dengan pengadaan kapal.
Perusahaan pelayaran biasa memanfaatkan skema kredit perbankan maupun non perbankan untuk modal investasi kapal, namun sayangnya dengan kendala operasional yang dihadapi, pelayaran dikategorikan sebagai profil usaha yang berisiko tinggi.
"Dukungan pendanaan dalam pengadaan kapal ini perlu didukung oleh seluruh stakeholder, baik regulator, pelaku usaha, perbankan dan lembaga pembiayaan, agar industri pelayaran nasional mampu tumbuh dan berdaya bersaing regional dan global," ujar Bos Andhika Lines
Baca juga : Ketua DPD: Semua Senator Antusias Dukung Program Ketahanan Pangan
Carmelita yang juga Ketua Federation of ASEAN Shipowners' Association (FASA) dan Asian Shipowners' Association (ASA) menuturkan, Indonesia perlu mencari skema pendanaan sendiri yang sesuai dengan kondisi iklim usaha pelayaran di dalam negeri sendiri.
Melalui IMW 2025, tantangan pendanaan ini akan dibedah secara komprehensif untuk menghadirkan solusi atas skema pendanaan yang cocok diterapkan untuk industri pelayaran Indonesia saat ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya