Dark/Light Mode

Penurunan BI Rate Langkah Taktis & Antisipatif

Bank Diminta Segera Pangkas Suku Bunga

Senin, 26 Mei 2025 07:05 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Perry melihat, ketidakpastian perekonomian global sedikit mereda dengan adanya kesepakatan sementara antara AS dan China untuk menurunkan tarif impor selama 90 hari.

“Perkembangan ini mengaki­batkan lebih baiknya prospek perekonomian dunia, dibandingkan proyeksi April 2025 dari sebelumnya 2,9 persen menjadi 3 persen,” ujar Perry dalam konferensi pers BI secara daring (dalam jaringan), Rabu (21/5/2025).

Ia menilai, perkembangan negosiasi tarif impor antara AS dengan China dan negara-negara lain, ke depannya masih dinamis sehingga ketidakpastian pereko­nomian global tetap tinggi.

Kondisi ini memerlukan ke­waspadaan, serta penguatan respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan ekster­nal, mengendalikan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Baca juga : Blokir Anggaran Dibuka, Cepat Dibelanjakan Dong

Sehingga dapat memitigasi dampak ketidakpastian global akibat kebijakan tarif resiprokal AS.

Dia menuturkan, pertumbu­han ekonomi triwulan I-2025 tercatat 4,87 persen secara year on year (yoy), lebih rendah dari triwulan IV-2024 sebesar 5,02 persen (yoy).

Perry pun memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indone­sia akan membaik pada semester II-2025.

“Ini didorong peningkatan permintaan domestik, termasuk dari kenaikan belanja Pemerin­tah,” katanya.

Baca juga : Saluran Air Mampet Dan Sungai Dangkal

Bank Sentral memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indone­sia 2025 berada dalam kisaran 4,6-5,4 persen, sedikit lebih rendah dari kisaran proyeksi sebelumnya 4,7-5,5 persen.

Dia pun meminta, perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit pasca BI rate dipangkas menjadi 5,50 persen.

“Kami mengharapkan per­bankan menurunkan suku bunga, terutama kredit, dan me­ningkatkan penyaluran kredit,” ucapnya.

Menurut Perry, langkah terse­but dibutuhkan agar perbankan bisa bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Kelly Tandiono, Cari Miss Indonesia Cantik Dan Inspiratif

Terlebih, pasar uang saat ini sudah terpantau lebih baik. Begi­tu juga, dengan aliran modal dari luar negeri yang mulai masuk.

BI juga akan terus melaku­kan upaya-upaya moneter dan makroprudensial, tetap menjaga stabilitas.

“Kita bersama-sama mendo­rong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.