Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah tantangan industri migas global, semangat untuk menjaga ketahanan energi nasional tak pernah surut.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) membuktikannya melalui dua proyek strategis di Kalimantan Timur.
Selain menjanjikan tambahan pasokan gas, proyek ini juga mencerminkan ketangguhan serta kolaborasi dalam industri hulu migas nasional.
Langit cerah menaungi Tanjung Pinang saat dua unit topside platform WPN5 dan WPN6 dari Proyek Sisi Nubi AOI diberangkatkan menuju Laut Kalimantan Timur, Jumat (16/5).
Seremoni sail away yang digelar di lapangan PT Meindo Elang Indah itu menjadi penanda penting dalam pengembangan proyek migas lepas pantai yang dikelola PHM, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).
Pada hari yang sama, proyek Manpatu juga memasuki babak baru melalui seremoni pemotongan baja pertama (first cut of steel), menandai dimulainya tahapan fabrikasi awal dari proyek yang tak kalah penting bagi keberlanjutan produksi gas nasional.
Baca juga : Whale Raih Pendanaan Senilai USD 60 Juta untuk Ekspansi Global
“Ini sebuah prestasi yang membanggakan karena seluruh pihak mampu menyelesaikan fase penting proyek tanpa satu pun kecelakaan kerja,” ujar Koordinator Keselamatan Hulu Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Eka Satria, dalam sambutannya.
Dia menegaskan pentingnya keselamatan kerja dalam setiap tahapan pengembangan industri migas.
Keberhasilan dua platform ini merupakan kelanjutan dari sail away sebelumnya—WPS4 dan WPS5 pada 28 April, serta WPN7 dan WPN8 pada 6 Mei 2025.
Seluruh struktur ini akan memperkuat pengembangan Lapangan Sisi Nubi, sekitar 25 kilometer dari Delta Mahakam, dengan kapasitas produksi rata-rata 30 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) per platform.
Kepala Departemen Manajemen Proyek SKK Migas Kosario M. Kautsar menyebut proyek ini sebagai bukti nyata sinergi berbagai pihak.
“Momentum ini harus terus dijaga demi pemenuhan kebutuhan energi nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga : Mengenal Muhammad Ridwan Andreas dan Komitmennya Bantu Program Gizi Nasional
Tak kalah signifikan adalah dimulainya proyek Manpatu, lanjutan dari temuan sumur eksplorasi MPT-1X di Lapangan South Mahakam.
Proyek ini akan membangun anjungan baru yang terhubung dengan infrastruktur eksisting dan ditargetkan menghasilkan hingga 80 MMSCFD gas per hari.
Direktur Utama PHI Sunaryanto menilai, keberhasilan dua proyek tersebut sebagai buah dari strategi pengelolaan sumber daya migas yang terintegrasi.
“Kami berkomitmen menjawab tantangan energi masa depan dengan investasi berkelanjutan, teknologi mutakhir, dan sinergi bisnis,” ujarnya.
General Manager PHM Setyo Sapto Edi menambahkan, komitmen perusahaan tidak hanya pada pencapaian produksi, tetapi juga pada keberlangsungan operasi yang aman, unggul, dan ramah lingkungan.
“Kami menerapkan praktik terbaik untuk menahan laju penurunan produksi alamiah dan menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” ucapnya.
Baca juga : Blora Didorong Jadi Pusat Pengembangan Sorgum Nasional
Saat ini, PHM mengelola Wilayah Kerja Mahakam sebagai bagian dari Zona 8 PHI, dengan fokus pada eksplorasi, pengembangan lapangan migas, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dengan strategi tersebut, Subholding Upstream Pertamina terus menjaga keberlanjutan proyek-proyek strategis, meskipun industri menghadapi dinamika yang tak ringan.
Dari Delta Mahakam hingga South Mahakam, proyek Sisi Nubi AOI dan Manpatu menjadi bukti bahwa gas dari timur terus mengalir, menjaga asa dan nyala energi bagi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya