Dark/Light Mode

Laba PTPN Tembus Rp 1,23 Triliun Di April 2025, Naik 3.165 Persen

Kamis, 29 Mei 2025 21:36 WIB
Ilustrasi lahan perkebunan kelapa sawit milik PTPN. (Foto: PTPN)
Ilustrasi lahan perkebunan kelapa sawit milik PTPN. (Foto: PTPN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) membukukan kinerja gemilang hingga April 2025. Di tengah tekanan industri agribisnis global, perusahaan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp1,23 triliun. Melonjak 3.165 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan kinerja ini terutama ditopang oleh kontribusi kuat dari komoditas sawit dan gula.

Capaian ini juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) hingga 301,4 persen. Pendapatan konsolidasi PTPN Group mencapai Rp16,48 triliun atau 102 persen dari target RKAP. Jika dibandingkan tahun lalu, angka tersebut tumbuh 20,5 persen.

“Transformasi ini memperkuat operasional dan keuangan kami,” ujar Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani dikutip siaran pers, Kamis (29/5/2025).

Baca juga : Dana Nasabah BNI Di Atas Rp 5 M Naik 16 Persen Per April 2025

Sejak 2020, PTPN menjalankan program transformasi dan restrukturisasi menyeluruh. Perusahaan memperkuat struktur permodalan, efisiensi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta membentuk subholding berbasis komoditas: PalmCo, SugarCo, dan SupportingCo.

Komoditas sawit menjadi penyumbang utama dengan pendapatan Rp13 triliun atau 120 persen dari target. Harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) mencapai Rp14.530 per kilogram. EBITDA sawit melonjak hingga Rp4,47 triliun, mencerminkan efisiensi yang tinggi di lini produksi.

Komoditas gula ikut mencetak rekor. Meskipun volume penjualan baru 96 ribu ton (89,5% dari target), pendapatan mencapai Rp1,61 triliun. Harga jual gula stabil di Rp15.595 per kilogram. EBITDA gula menyentuh Rp250 miliar atau 245 persen dari target.

Baca juga : Jumlah Uang Beredar Tembus Rp 9.390 T Pada April 2025

Komoditas karet mencatat pendapatan Rp1,29 triliun dengan harga jual tinggi di Rp34.090 per kilogram. EBITDA sektor ini mencapai Rp238 miliar, melampaui target hingga 442 persen.

Dari sisi neraca keuangan, PTPN juga menunjukkan perbaikan signifikan. Total aset per April 2025 mencapai Rp146,6 triliun, dan ekuitas Rp75,61 triliun. Peningkatan paling mencolok adalah pada posisi saldo laba yang membaik dari minus Rp15,19 triliun pada 2020 menjadi minus Rp1,5 triliun.

Arus kas operasi (net operating cash flow/NOCF) tercatat positif di angka Rp1,86 triliun. Penerimaan dari pelanggan melampaui target, sedangkan belanja investasi terkendali di angka 24 persen dari RKAP. "Kami jaga arus kas dan investasi secara ketat,” kata Ghani.

Baca juga : Cadangan Devisa April 2025 Turun Jadi Rp 2.513 Triliun

Transformasi jangka panjang yang dijalankan PTPN menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan dan energi nasional. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan turut berperan dalam keberhasilan ini.

“PTPN akan terus tumbuh dan memberi dampak nyata,” tegas Ghani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.