Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Synology Siapkan Sistem IT Tangguh, Efisen Dan Hemat Anggaran
Jumat, 30 Mei 2025 12:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Seiring dengan meningkatnya frekuensi dan kompleksitas ancaman siber, tim IT atau Information Technology menghadapi tekanan yang semakin besar. Bukan hanya menjaga keamanan data perusahaan, tapi juga untuk melakukannya secara efisien.
Berbagai sektor bisnis di Indonesia makin bergantung pada infrastruktur digital untuk tetap berjalan. Namun, banyak yang dihadapkan pada tantangan yang sama: anggaran yang terbatas.
Survei terbaru dari Synology Inc. menunjukkan bahwa hampir 90% departemen IT di Indonesia mengalami keterbatasan anggaran.
Kondisi ini menempatkan organisasi dalam posisi sulit: bagaimana melindungi data penting, memastikan sistem tetap berjalan, dan mengantisipasi ancaman siber, dengan dana yang terbatas.
“Kami melihat banyak tim IT di Indonesia harus membuat keputusan sulit antara keamanan dan efisiensi, terutama di tengah keterbatasan anggaran. Ini menunjukkan pentingnya solusi yang mudah diimplementasikan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi,” ujar Clara Hsu, Country Manager Synology dalam keterangannya, Jumat (30/5).
Di sisi lain, tim IT di perusahaan menghadapi berbagai tantangan: volume data yang terus bertambah, risiko keamanan yang semakin tinggi, dan tuntutan regulasi yang makin ketat.
Baca juga : Cek Kesiapan Pasar Anyar Kota Tangerang, Sachrudin Prioritaskan Kenyamanan
Sayangnya, banyak dari mereka harus mengelola semuanya dengan sumber daya manusia terbatas, sistem yang terpisah-pisah, dan alat kerja yang tidak terintegrasi.
Di banyak perusahaan Indonesia, tim IT masih harus bergantung pada perpaduan sistem yang sudah jadul, proses manual, atau kombinasi hardware dan software yang tidak seragam.
Pendekatan seperti ini meningkatkan risiko human-error, kehilangan data, hingga downtime operasional, terutama jika terjadi serangan siber.
"Di beberapa tahun terakhir, kasus ransomware yang menyerang brand ternama seperti perusahaan elektronik asal Jepang, Casio pada tahun 2025, raksasa semikonduktor TSMC, hingga produsen pesawat Boeing pada tahun 2023, membuktikan bahwa bahkan sistem IT yang sudah matang pun tetap rentan dan proses pemulihannya bisa sangat mahal dan memakan waktu," jelas Clara Hsu.
Menurut Clara Hsu, membangun sistem perlindungan data yang tangguh tidak selalu harus menambah anggaran besar. Pendekatan yang lebih strategis, dengan mengadopsi solusi terintegrasi yang dirancang khusus untuk backup dan pemulihan data bisa menjadi jawabannya.
Salah satu pendekatan yang kini banyak dipertimbangkan adalah penggunaan solusi terintegrasi yang secara khusus dirancang untuk mendukung proses backup dan pemulihan data secara menyeluruh.
Baca juga : RI Siapkan Jurus Tahan Guncangan
Dengan sistem yang terpadu, tim IT tidak perlu lagi mengelola berbagai platform yang berdiri sendiri—yang kerap menimbulkan kerumitan operasional dan celah keamanan.
Salah satu contohnya adalah Synology ActiveProtect Appliance, solusi all-in-one yang menggabungkan hardware dan software dalam satu platform terpadu.
Dengan ActiveProtect, tim IT dapat Mengelola backup secara terpusat di berbagai lokasi dan workload, Menghemat bandwidth dan ruang penyimpanan lewat teknologi deduplikasi global,
Menjaga integritas data dengan pengecekan pemulihan otomatis, Meningkatkan keamanan melalui kontrol akses berbasis peran dan otentikasi, Melindungi data backup dengan penyimpanan offline dan fitur imutabilitas
Dengan sistem yang lebih sederhana namun tetap andal, organisasi dapat memperkuat perlindungan data tanpa harus mengorbankan efisiensi atau membebani anggaran.
"Pendekatan ini membantu tim IT lebih fokus pada pengambilan keputusan strategis dan respons yang lebih cepat terhadap insiden, sambil menjaga kelangsungan operasional perusahaan," kata Clara.
Baca juga : Kemenag Tetapkan Pedoman Tata Kelola Dam Haji Agar Lebih Tertib dan Akuntabel
Perlindungan data bukanlah upaya satu kali selesai. Ini adalah proses berkelanjutan yang harus terus disesuaikan dengan dinamika ancaman siber dan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
Di tengah percepatan transformasi digital di Indonesia, memiliki strategi backup yang fleksibel dan siap menghadapi masa depan menjadi semakin penting.
Gangguan dapat terjadi kapan saja, mulai dari serangan siber, kerusakan hardware, hingga kesalahan operasional. Karena itu, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk memulihkan sistem dengan cepat, tanpa harus menunggu siklus anggaran berikutnya.
"Solusi seperti Synology ActiveProtect Appliance dapat membantu tim IT melakukan simulasi pemulihan bencana dalam lingkungan yang aman (sandbox), sehingga potensi celah atau kelemahan dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum menjadi masalah nyata. Kesiapan ini dapat menjadi penentu utama dalam mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak terhadap bisnis," kata Clara..
Synology sendiri terus berinovasi untuk menyediakan solusi yang mendukung transformasi digital yang aman, andal, dan efisien.
Produknya terkait penyimpanan data, pencadangan, kolaborasi file, manajemen video, dan infrastruktur jaringan yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan industri global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya