Dark/Light Mode

Digelar September, Construction Indonesia Pamerkan Inovasi Industri Konstruksi

Senin, 2 Juni 2025 09:37 WIB
Pameran industri konstruksi. (Foto: Pamerindo)
Pameran industri konstruksi. (Foto: Pamerindo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pameran industri konstruksi terbesar di Indonesia, Construction Indonesia 2025, kembali hadir pada 10–13 September 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. 

Edisi ke-25 ini menjadi momen spesial, menandai seperempat abad kontribusi ajang ini sebagai barometer perkembangan industri konstruksi nasional dan wadah strategis bertemunya para pelaku industri dari dalam dan luar negeri.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Construction Indonesia 2025 hadir dengan cakupan lebih luas. Selain tetap menghadirkan berbagai inovasi alat berat, pameran kali ini mengangkat tema “Construction Structure, Building Technology, Engineering Procurement, and Equipment”, dengan fokus pada building materials dan teknologi konstruksi cerdas. Artinya, tak hanya infrastruktur berskala besar yang jadi sorotan, tapi juga bangunan gedung, komersial, hingga perumahan.

Menariknya, Construction Indonesia 2025 akan diselenggarakan bersamaan dengan Concrete Show South East Asia, pameran beton terbesar di kawasan. Pada edisi sebelumnya, acara ini sukses menarik lebih dari 10.200 pengunjung dari 30 negara, dengan partisipasi 449 perusahaan dan 43 sesi seminar.

Baca juga : Delegasi Parlemen India Bawa Misi Ke Indonesia, Galang Dukungan Lawan Terorisme

Tahun ini, panggung pameran diperluas dengan konsep outdoor showcase, memungkinkan pengunjung melihat langsung alat berat dan kendaraan konstruksi beroperasi secara nyata. Pameran akan berlangsung selama dua minggu dan dikemas secara lebih tematik, mulai dari building materials, construction solutions, heavy equipment, hingga teknologi bangunan pintar.

Country Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari menyebut, edisi ke-25 ini sebagai wujud komitmen kuat dalam menghadirkan solusi dan inovasi konstruksi yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Construction Indonesia 2025 menjadi panggung utama bagi para pelaku industri untuk mengeksplorasi tren dan inovasi terkini, menjalin kemitraan strategis, dan merumuskan langkah-langkah menuju praktik konstruksi yang lebih berkelanjutan,” ungkap Lia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur akibat populasi Indonesia yang mencapai 284,44 juta jiwa, serta program ambisius pemerintah seperti 3 Juta Rumah per Tahun, industri konstruksi nasional menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Didukung pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan stabil di 4,9 persen, sektor ini semakin strategis sebagai penggerak pembangunan nasional.

Baca juga : Perusahaan Indonesia Ramaikan Thaifex-Anuga Asia 2025 di Bangkok

Dalam pameran ini, berbagai kategori dipamerkan, mulai dari Building Materials & Technology, yang menghadirkan produk seperti bata, beton, aluminium, kayu, hingga solusi spesifik seperti pintu, jendela, fasad, dan cat. Juga ada kategori Machinery, Tools & Equipment dan Technology, dengan teknologi mutakhir seperti 3D printing, BIM, drone, thermal imaging, dan AR/VR untuk simulasi proyek.

Seiring berkembangnya tren smart building, kategori Smart Building Solutions akan menghadirkan sistem otomasi gedung berbasis Internet of Things (IoT), seperti HVAC, pencahayaan otomatis, hingga sistem keamanan digital. Sementara itu, Sustainable Building Materials menampilkan produk ramah lingkungan, seperti green insulation dan material daur ulang.

Berbagai perusahaan pun turut ambil bagian, di antaranya Bunka Pancakarya dengan produk folding gate dan garage door, BMB Steel dengan spesialisasi bangunan baja, PT Garuda Excavindo Nusantara dengan jajaran alat beratnya, serta Ekatama Group yang menghadirkan crane dan hoist.

Menariknya, Austrian Embassy - Commercial Section juga akan memperkenalkan konsep arsitektur berkelanjutan yang diimplementasikan pada desain gedung baru mereka di Jakarta—menandai kolaborasi lintas negara dalam pengembangan solusi konstruksi tropis yang hemat energi.

Baca juga : Indonesia Gandeng Australia Dan China

Tak hanya soal produk, pameran ini juga jadi ruang kolaborasi. Sejumlah asosiasi dan komunitas strategis hadir untuk mendorong transformasi industri, mulai dari Green Product Council Indonesia (GPCI) yang mengusung solusi bersertifikasi green label, BOMA Indonesia yang fokus pada manajemen properti berstandar internasional, hingga Indonesia Construction & Architecture Network (ICAN) dan ARCHILANTIS, komunitas Open BIM yang mendorong digitalisasi sektor konstruksi.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) akan menyoroti pentingnya teknologi pracetak dan prategang dalam efisiensi proyek konstruksi melalui partisipasi di Concrete Show SEA.“Kolaborasi dengan asosiasi seperti GPCI, BOMA Indonesia, ICAN, ARCHILANTIS, dan AP3I memungkinkan kami menghadirkan solusi yang lebih komprehensif sekaligus memperluas adopsi inovasi di seluruh ekosistem konstruksi,” pungkas Lia.

Dengan ragam program, teknologi, dan kolaborasi strategis yang dihadirkan, Construction Indonesia 2025bukan sekadar pameran—melainkan momentum penting untuk membentuk masa depan industri konstruksi Indonesia yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.