Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Delegasi Parlemen India Bawa Misi Ke Indonesia, Galang Dukungan Lawan Terorisme
Kamis, 29 Mei 2025 20:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar India di Jakarta memfasilitasi pertemuan Pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) dan beberapa lembaga studi/think-tanks soal hubungan internasional, dengan delegasi parlemen India, Kamis (29/5/2026),
Delegasi parlemen India dari lintas partai itu membawa misi menggalang dukungan melawan kelompok-kelompok teroris. Menyusul terjadinya serangan penembakan massal yang menewaskan 28 orang dan melukai belasan lainnya, di padang rumput Baisaran, destinasi wisata populer di Pahalgam, Jammu-Kashmir, yang dikelola India.
Dunia internasional mengecam serangan tersebut dan para pemimpin dunia turut menyampaikan kecaman dan ucapan belasungkawa kepada India.
Kelompok bernama The Resistance Front (TRF) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menurut India, TRF adalah organisasi teror yang berafiliasi dengan kelompok militan Lashkar-e-Taiba, di Pakistan. Tuduhan tersebut telah dibantah Pakistan.
"Kunjungan Parlemen India kali ini adalah untuk menunjukkan komitmen kuat India dalam menentang segala bentuk terorisme, serta memperkuat hubungan strategis dan kerja sama parlementer antara India dan Indonesia," kata Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty dalam sambutannya.
Peranan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta sangat penting dalam mengisi kerja sama tersebut. Ketua Dewan Pimpinan ICWA, Dubes Teuku Mohammad Hamzah Thayeb atas nama seluruh pengurus ICWA menyampaikan selamat datang kepada delegasi parlemen India.
Baca juga : Kelly Tandiono, Cari Miss Indonesia Cantik Dan Inspiratif
Hamzah juga menyampaikan pentingnya hubungan dan peranan India dunia baik dalam relasi bilateral maupun multilateral. Diharapkan dari pertemuan tersebut dapat disepakati langkah-langkah penting untuk hubungan Indonesia dan India.
Pimpinan delegasi parlemen India Shri Sanjay Kumar Jha dari Partai Rajya Sabha mengawali pidatonya mengenai serangan di Pahalgam di wilayah Jammu-Khasmir. Serangan ini memicu eskalasi ketegangan antara dua negara bertetangga pemilik nuklir itu.
Akibat dari serangan tersebut, India menangguhkan Indus Water Treaty (IWT), menutup perbatasan Attari dan Wagah, serta meminta warga Pakistan di India untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu 48 jam.
India kemudian menggelar Operasi Sindoor, serangan yang menargetkan 9 titik di wilayah Pakistan yang India klaim sebagai markas teroris di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan pada 7 Mei 2025.
Cara India Mengatasi Terorisme
Dalam diskusi, beberapa lembaga akademisi dan think-tanks Indonesia menanyakan mengenai langkah-langkah pencegahan India dalam menghadapi terorisme. Dalam menanggapi pernyataan tersebut beberapa delegasi parlemen India menanggapi secara beragam.
Salah satu langkah adalah melakukan pencegahan (prevention) orang-orang menjadi teroris atau mendukung terorisme. Tujuan ini adalah untuk mengatasi penyebab ideologis terorisme.
Baca juga : Kasus Sritex Ramai, Bank DKI Tenangkan Nasabah, Layanan Tetap Normal
Langkah lain melakukan intervensi dini untuk mendukung orang-orang yang rentan terhadap radikalisasi. Upaya ini memungkinkan orang-orang yang telah terlibat dalam terorisme untuk melepaskan diri dan merehabilitasi diri.
Namun, Pemerintah India mengakui kesulitan dengan program reorientasi motivasi, reedukasi, resosialisasi. Untuk itu perlu kerja sama internasional dengan negara-negara yang mayoritasnya berpenduduk Islam dan menentang terorisme.
Mengenai akhir penyelesaian (end-game), Ketua Parlemen India menyatakan bahwa tujuan akhir dari sengketa India-Pakistan adalah kembalinya Jammu-Kashmir sebagai wilayah milik India.
Sebagaimana diketahui Jammu dan Kashmir (wilayah persatuan), daerah yang dikelola India sebagai wilayah persatuan sejak 2019.
Hamzah Thayeb menyatakan bahwa Indonesia mengutuk serangan teroris yang menargetkan warga sipil di Pahalgam dan belasungkawa terhadap keluarga korban. Dubes Hamzah juga menghimbau agar India dan Pakistan dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan krisis.
Pasalnya, ancaman terhadap stabilitas dan potensi eskalasi dapat melibatkan kekuatan yang lebih besar. Padahal India dan Pakistan merupakan mitra strategis yang penting bagi Indonesia serta berperan dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Selatan.
Baca juga : PPI Jepang Minta Pemerintah Indonesia Aktif Perkuat Hubungan Bilateral
Dubes Soemadi Brotodiningrat dan Gatot S Dewa Broto juga menyatakan harapannya bahwa Delegasi Parlemen India memiliki strong will (keinginan kuat) untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara damai.
"Pakistan dan India adalah nuclear powers dan dalam hal ini Indonesia mengharapkan agar kedua belah pihak dapat mendengarkan pandangan Indonesia," katanya seraya menambahkan, agar pembicaraan dapat dilanjutkan ke area ekonomi dan perdagangan, mengingat India dan Indonesia saling membutuhkan.
Diakhir diskusi Pimpinan parlemen India menyampaikan terima kasih atas perhatian Indonesia dalam menanggapi masalah sengketa India-Pakistan. Selama berada di Jakarta, sampai 31 Mei 2025, delegasi akan berinteraksi dengan DPR/MPR RI pimpinan partai politik, Sekretaris Jenderal ASEAN, hingga media.
Hadir juga dalam pertemuan tersebut antara lain Dubes Dr. Makarim Wibisono, Dubes Dr. Dino Patti Djalal, Dubes Trie Eddi Mulyani, Dubes M. Asruchin, Dubes Ratu Silvy Gayatri, Dubes Bunyan Saptomo, Dubes Harsha Joesoef dan Dubes Bagas Hapsoro.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya