Dark/Light Mode

Belanda Siap Guyur RI Investasi 4,8 T, Kadin Happy

Selasa, 10 Juni 2025 15:44 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen, di The Convergence Indonesia Kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (9/6/2025). (Foto: Ist)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen, di The Convergence Indonesia Kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (9/6/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyampaikan kabar gembira terkait misi dagang Belanda dengan menyiapkan investasi 300 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 4,8 triliun di Indonesia.

Rencana investasi tersebut diperoleh setelah Kadin menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen, di The Convergence Indonesia Kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (9/6/2025). 

Dalam audiensi tersebut, pihak Kerajaan Belanda menyampaikan bahwa bahwa pada 16 Juni 2025 mendatang, sekitar 120 perusahaan asal Belanda akan datang ke Indonesia dalam rangka misi dagang dan investasi. Delegasi tersebut akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni ketahanan pangan, kemaritiman, dan pengelolaan air. 

Baca juga : Wow! 19 Perusahaan Korsel Siap Guyur Investasi Ratusan Triliun Ke Indonesia

"Misinya itu sangat serius. Mereka tidak hanya berfokus di Jakarta. 120 perusahaan ini akan dibagi-bagi, nanti ada (juga) yang ke Medan, Semarang, (dan) Makassar, tergantung dari topiknya," ujar Anin dalam keterangan persnya, Selasa (10/6/2025). 

Anin mengatakan Belanda merupakan investor terbesar dari kawasan Uni Eropa di Indonesia dengan kontribusi sekitar 46 persen dari total investasi Eropa. "Jadi, itu besar sekali. Jadi, bukan (semata-mata) hanya karena hubungan yang baik, tapi secara ekonomi sangat signifikan," ungkap Anin. 

Lebih lanjut, Anin mengatakan, pertemuan ini selain membahas sektor-sektor prioritas, juga membahas program-program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penyediaan rumah terjangkau, serta potensi kerja sama dalam penyediaan tenaga kerja migran, termasuk pelaut dan tenaga kerja di bidang kesehatan. "Targetnya bagaimana bisa menemukan mitra bukan saja hanya mitra dagang, tapi mitra investasi. Mereka (Belanda) juga punya namanya Invest International," tandas Anin. 

Baca juga : Praktisi: Tarik Investasi Asing, Jaga Kepastian Hukum

Sementara itu, Dubes Marc Gerritsen mengapresiasi keterbukaan dan dukungan Kadin dalam misi besar ini. Ia menegaskan, kerja sama dengan Kadin sangat strategis untuk menjembatani kebutuhan pembangunan Indonesia dengan keunggulan sektor swasta Belanda. Olehnya itu, pertemuan ini membahas secara mendalam bagaimana Pemerintah dan pengusaha Belanda bisa bekerja sama lebih erat dengan Kadin.

"Fokus kami adalah pada hortikultura, air, dan kemaritiman, bidang-bidang di mana Belanda punya keahlian dan Indonesia punya ambisi besar,” jelas Gerritsen. 

Lebih lanjut, Gerritsen menyebut adanya dana investasi sebesar 300 juta dolar AS yang telah didedikasikan melalui lembaga Invest International Belanda untuk mendukung inisiatif-inisiatif investasi di Indonesia. Dana tersebut ditujukan untuk membiayai proyek-proyek bisnis jangka panjang dan berkelanjutan di berbagai sektor prioritas.

Baca juga : Komdigi Perkuat Sinergi Tarik Investasi di Bidang Digital

"Kami akan melakukan yang terbaik dari pihak kedutaan untuk menghubungkan mitra-mitra dari kedua negara, guna mewujudkan tujuan pembangunan Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.