Dark/Light Mode

Pertamina Dukung Muria Batik Kudus Jadi UMKM Aggregator hingga Go Global

Rabu, 11 Juni 2025 11:02 WIB
Muria Batik Kudus. (Dok. Pertamina)
Muria Batik Kudus. (Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) inklusif. Lewat ajang Pertamina Pertapreneur Aggregator 2024, Yuli Astuti, pemilik Muria Batik Kudus, menjadi salah satu penerima hibah alat produksi senilai Rp 70 juta.

Yuli dinilai berhasil melestarikan batik Kudus sekaligus memberdayakan kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak berkebutuhan khusus, hingga lansia.

Muria Batik Kudus yang ia dirikan sejak 2005 kini menjadi rumah produksi sekaligus aggregator bagi 10 UMKM lain di sektor kreatif dan tekstil.

“Batik Kudus sempat terancam punah. Saya ingin melatih generasi baru agar bisa mandiri dan mencintai batik,” ujar Yuli saat mengikuti Sustainability Implementation Mentoring & Monitoring kedua Pertapreneur Aggregator di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (10/6).

Baca juga : Hari Kewirausahaan, BNI Dukung UMKM Naik Kelas Dan Berkelanjutan Serta Go Global

Ia mengembangkan model kerja inklusif dan fleksibel, terutama bagi perempuan yang bekerja sambil mengurus keluarga. Para pembatik dapat memproduksi batik dari rumah masing-masing.

Selain itu, Yuli juga mempekerjakan penyandang disabilitas dan lansia agar tetap memiliki ruang produktif dan bernilai ekonomi.

Lewat program Pertapreneur Aggregator, Yuli mendapat pelatihan manajemen, strategi kolaborasi bisnis, serta pendampingan dari mentor profesional.

Ia menargetkan dapat merangkul 10 hingga 15 UMKM baru dalam ekosistemnya.

Baca juga : Pertamina NRE Bagikan 106 Hewan Qurban di Wilayah Operasional

Muria Batik Kudus juga memperoleh alat pengolah limbah produksi yang mempersingkat proses daur ulang dan mencegah pencemaran lingkungan.

"Sekarang limbah kami tidak mencemari lingkungan dan bisa digunakan lagi," kata Yuli.

Berkat konsistensinya, Muria Batik Kudus menyabet dua penghargaan sekaligus: juara 3 dan pemenang kategori pemberdaya inklusif di ajang Pertamina Pertapreneur Aggregator 2024.

Produk batiknya kini telah menembus pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand.

Baca juga : IM Diterima OECD, Indonesia Siap Naik Kelas Jadi Negara Ekonomi Maju

Vice President CSR & SMEPP Pertamina Rudi Ariffianto, menyebut Pertapreneur Aggregator bertujuan mencetak UMKM tangguh yang mampu menjadi agregator dan mendorong usaha kecil lain naik kelas.

Program ini merupakan kelanjutan dari UMK Academy, inisiatif pendampingan UMKM dari Pertamina.

"Komitmen Pertamina sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Prabowo-Gibran, khususnya poin ketiga: menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif," ujar Rudi.

Selain hibah alat, para pemenang akan mendapatkan pendampingan intensif selama satu tahun untuk memperkuat daya saing dan dampak sosial usahanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.