Dark/Light Mode

Gandeng KIE & KMI,Pupuk Kaltim Kembangkan Industri Rendah Karbon Ramah Lingkungan

Kamis, 26 Juni 2025 11:39 WIB
Gandeng KIE & KMI,Pupuk Kaltim Kembangkan Industri Rendah Karbon Ramah Lingkungan

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak usaha PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT), PT Kaltim Industrial Estate (KIE) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyediaan Suplai Karbon Dioksida (CO₂) dengan PT Kaltim Methanol Industri (KMI), sebagai upaya bersama mendorong pengelolaan karbon yang lebih berkelanjutan.

Sekaligus, memperkuat kontribusi industri terhadap transisi energi rendah emisi. Adapun, penandatanganan dihadiri Direktur Operasi Pupuk Kaltim F. Purwanto, Direktur Utama KIE Muhammad Erriza dan Direktur Utama KMI Futhosi Urai, bersama seluruh jajaran direksi dan manajemen dari ketiga perusahaan.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim F. Purwanto mengatakan, langkah ini juga bagian dari dukungan nyata perusahaan terhadap target pengurangan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia, sejalan dengan komitmen global terhadap Perjanjian Paris.

Hal ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek dekarbonisasi sebagai bagian dari program Environmental, Social and Governance (ESG) perusahaan.

"Kami melihat kerja sama penyediaan CO₂ ini, tidak hanya bermanfaat secara operasional. Tetapi, juga bagian dari transformasi industri pupuk dan petrokimia menuju proses yang lebih hijau dan rendah emisi," ujar F. Purwanto, dalam keterangan resminya, Kamis (26/6/2025).

Baca juga : Tekan Emisi Karbon, Wamenperin Ajak Australia Kembangkan Industri Hijau

Ia menambahkan, dalam kerja sama ini, pihaknya bertindak sebagai penyedia material CO₂, yaitu karbon dioksida yang dihasilkan dari proses produksinya.

Sementara itu, KIE berperan sebagai penyedia infrastruktur untuk suplai jalur distribusi CO2.

"KMI menjadi pihak yang memanfaatkan CO₂ tersebut, sebagai bahan baku tambahan untuk meningkatkan produksi metanol di pabriknyA," ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, peran besar perseroan dalam kerja sama ini sangat signifikan. Mengingat, sebagai salah satu produsen pupuk terbesar di Asia Tenggara, Pupuk Kaltim menghasilkan CO₂ dari proses produksi amonia dan urea dalam jumlah yang standar dan handal.

Selama ini, sebagian besar CO₂ tersebut dianggap sebagai emisi proses.

Baca juga : Top! Harita Nickel Kelola Air Tambang dengan Sistem Canggih Ramah Lingkungan

"Melalui inisiatif ini, CO₂ akan diolah kembali menjadi bahan baku bernilai bagi sektor energi, khususnya dalam proses konversi ke metanol oleh KMI," tuturnya. 

Menurutnya, inisiatif ini mengubah paradigma lama, dari emisi yang dilepas begitu saja, kini CO₂ berkontribusi langsung pada penciptaan energi baru yang lebih bersih.

Artinya, kata dia, ini adalah bukti nyata bagaimana industri dapat menjadi bagian dari solusi iklim global. Sebab, CO₂ yang dimurnikan tidak hanya mengurangi emisi ke atmosfer. "

Tetapi, juga dapat dimanfaatkan ulang sebagai bahan bakar sintetis atau metanol berbasis karbon, mendukung efisiensi energi dan pengurangan dampak gas rumah kaca," katanya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama KIE Muhammad Erriza menyampaikan, kerja sama antar perusahaan ini untuk memperkuat sinergi, mempercepat transisi energi dan akan menjadi langkah awal yang strategis dan saling menguntungkan.

Baca juga : PLN Indonesia Power Salurkan 133 Hewan Kurban & Gaungkan Kurban Ramah Lingkungan

"Ini tidak hanya memperkuat sinergi antar perusahaan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kita terhadap agenda nasional dan global dalam pengurangan emisi dan percepatan transisi energi," ungkapnya.

Direktur Utama KMI Futhosi Urai, mengaku, penambahan suplai CO₂ melalui kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan kapasitas produksi metanol KMI. Sehingga, hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang KMI dalam mengembangkan industri metanol yang lebih efisien, berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global.

“Dengan adanya tambahan pasokan karbon dioksida ini, dapat mengoptimalkan dan meningkatkan kapasitas produksi metanol," bebernya.
Hal ini tidak hanya menciptakan efisiensi proses produksi, tapi juga memperkuat posisi industri Kalimantan Timur di sektor energi bersih.

"Melalui kolaborasi ini, PKT, KIE dan KMI berupaya menjadikan kawasan industri Bontang sebagai pionir ekosistem industri rendah karbon di Indonesia, sekaligus mendukung target nasional dalam pengurangan emisi dan peningkatan kualitas udara," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.