Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PT Pos-BPKH Kerja Sama Pengiriman Logistik Haji Dan Umrah
Sabtu, 28 Juni 2025 15:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pos Indonesia (Persero) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi menjalin kerja sama strategis. Kolaborasi ini guna memperkuat sistem logistik terintegrasi bagi jemaah haji dan umrah.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan di Muamalat Tower, Jakarta pada Selasa (24/6/2025).
Penandatanganan dilakukan oleh Plt. Direktur Utama Pos Indonesia, Endy Abdurrahman dan Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Tonggo Marbun.
Menurut Endy, kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan sistem pelayanan logistik ibadah haji yang modern, efisien, dan terintegrasi. Sinergi ini merupakan bagian dari komitmen kedua belah pihak dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji dan umroh di Indonesia.
"Nota kesepahaman ini adalah komitmen PosIND dan BPKH memberikan pelayanan logistik secara modern, efisien, dan terintegrasi kepada jemaah haji dan umroh," ujar Endy.
Baca juga : Pram Happy ASN Patuh Naik Angkutan Umum
Pos Indonesia akan mengandalkan kekuatan jaringan logistik nasional dan global yang dimilikinya, meliputi 42 Kantor Cabang Utama, 168 Kantor Cabang, dan 4.308 Kantor Cabang Pembantu. Perusahaan juga terhubung dengan jaringan pos dunia yang mencakup 222 negara.
Selain itu, Pos Indonesia juga mengintegrasikan layanan digital melalui aplikasi Pos Aja! untuk pengiriman berbasis kurir digital dan Pospay untuk kemudahan transaksi keuangan berbasis giro.
Endy menjelaskan, Pos Indonesia memiliki tiga anak perusahaan strategis, yaitu Pos Logistics (logistik), Pos Properti (perhotelan dan konstruksi), serta Pos Digi (layanan keuangan berbasis teknologi), yang siap mendukung kebutuhan logistik dan finansial jemaah.
Menurut Endy, Pos Indonesia bertahun-tahun menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah haji dengan terlibat pada pengiriman barang jemaah. Tahun ini, PosIND juga mencatat keberhasilan dalam pengelolaan kiriman bagi jemaah haji asal Indonesia.
Data per 25 Juni 2025, Pos Indonesia mendistribusikan barang jemaah haji dengan volume hampir mencapai 150 ton dari Makkah dan hampir 100 ton dikirim dari Madinah. Melalui sistem tracking digital, ribuan paket jemaah haji tersebut berhasil dikirim ke berbagai daerah di Indonesia secara tepat waktu.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Hadirkan Layanan Konsultasi Di Perayaan HUT DKI
"Kami berharap, kolaborasi antara Pos Indonesia dan BPKH dapat menjadi model sinergi antara BUMN dan lembaga pengelola dana umat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan haji secara menyeluruh," katanya.
Dalam sambutannya, Endy juga menyoroti potensi logistik besar yang dapat digarap dari kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Potensi itu mencakup kiriman dari 240 ribu jemaah haji resmi, 1,5 juta jemaah umroh, satu juta pekerja migran Indonesia (PMI), serta pengiriman daging kurban dan daging DAM yang diperkirakan mencapai 1.250 ton. Di samping itu, ada pula kiriman dari para petugas haji dan perlengkapan kerjanya dengan estimasi volume hingga 200 ton.
"Dari pengalaman kami dalam penanganan logistik haji tahun 2024 dan 2025, serta hasil monitoring dan evaluasi, terdapat peluang sangat besar dari sektor logistik jemaah umroh dan PMI yang selama ini belum tergarap optimal," ungkapnya.
Endy menekankan Pos Indonesia siap mengembangkan layanan logistik outbound dan inbound, termasuk pengiriman bumbu dan rempah-rempah untuk katering jemaah, alat kesehatan, makanan siap saji, serta kiriman keluarga PMI. Sementara inbound mencakup kiriman paket jemaah, daging kurban, barang PMI, hingga logistik dari Konsulat Jenderal RI dan Atase Perdagangan.
Ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah aspek strategis, antara lain: Pembentukan Project Management Office untuk kajian bisnis bersama; Pengembangan layanan kurir dan logistik, serta ekspor-impor.
Baca juga : KCN-Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jalin Kerja Sama Keamanan Dan Kehumasan
Kemudian, pemanfaatan jaringan pos untuk pengembangan entitas anak usaha BPKH; kolaborasi dalam layanan jasa keuangan; dukungan logistik untuk petugas haji, kebutuhan katering, obat-obatan, serta pengiriman paket dari keluarga PMI.
Endy menegaskan, Pos Indonesia siap berkontribusi secara aktif dalam mendukung pengiriman logistik ibadah haji, umroh, serta pekerja migran Indonesia. Dengan tarif kompetitif (22 SAR/kg) dan pembebasan pajak sesuai PMK, layanan logistik haji dari Pos Indonesia dinilai semakin terjangkau dan terpercaya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya