Dark/Light Mode

60 Juta Produk Telah Terjual Di Luar Negeri, Shopee Bakal Perluas Pasar Ekspor

Selasa, 1 Juli 2025 18:24 WIB
Peluncuran Program Ekspor Shopee 2.0 bertajuk UMKM Lokal Berdaya Saing Global di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (1/7/2025). (Foto: DWI Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Peluncuran Program Ekspor Shopee 2.0 bertajuk UMKM Lokal Berdaya Saing Global di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (1/7/2025). (Foto: DWI Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak 2019 hingga Juni 2025 (semester I-2025), Shopee Indonesia telah mengekspor lebih dari 60 juta produk ke delapan negara di tiga kawasan yakni, Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin.

Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang mengatakan, hal tersebut menjadi bukti kuat upaya Shopee yang ikut memperkuat dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor global.

“Produk ekspor yang menjadi fokus utama dari produk fashion, perlengkapan rumah tangga, dan olahraga. Ke depan, target tentu diharapkan bertambah secara signifikan,” kata Balques dalam acara Peluncuran Program Ekspor Shopee 2.0 bertajuk UMKM Lokal Berdaya Saing Global di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (1/7/2025).

Shopee juga bekerja sama erat dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk memastikan produk UMKM Indonesia dapat go global dan bersaing di pasar dunia.

Balques memastikan, Program ekspor Shopee tidak hanya mempermudah proses pengiriman produk ke luar negeri, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM.

Tak hanya itu dalam mendukung ekspor UMKM, Shopee juga menghadirkan dua hal baru.

Baca juga : Di Sela Kunker di Luar Negeri, Prabowo Pimpin Ratas Virtual Putuskan 4 Pulau Milik Aceh

Pertama, pergantian logo Ekspor Shopee, dan kedua dengan metode baru, Program Ekspor Shopee Flexi.

Dalam Program Ekspor Shopee Flexi ini, Shopee memberikan kebebasan penuh seller mengatur harga dan margin. Memaksimalkan potensi dengan fitur promosi Shopee di negara tujuan. Maupun mengatur promosi iklan dan kampanye secara bebas.

Lalu, akses sub dan toko Shopee di luar negeri di Seller Center Indonesia, serta operasional sepenuhnya dikelola dengan dukungan Shopee.

“Adanya program ini diharapkan produk lokal lebih dikenal dan diminati oleh pasar luar negeri,” ucapnya.

Balques menambahkan, dalam mengembangkan program ekspor produk UMKM dengan pendekatan kurasi dan pendampingan intensif. Proses seleksi dimulai dengan pengumpulan data UMKM yang telah dibantu Kemendag.

Selanjutnya dilakukan kurasi bersama Shopee berdasarkan kualitas produk, kapasitas produksi, dan kesiapan ekspor. UMKM yang lolos kurasi dapat memilih untuk mengikuti program ekspor Shopee maupun program kurasi, dengan pendampingan berkelanjutan agar tidak dilepas begitu saja.

Baca juga : BNI Boyong 3 UKM RI Ke Pameran Makanan Terbesar Di Korsel, Jajaki Pasar Ekspor

“Tidak semua seller otomatis bisa ekspor karena harus memenuhi persyaratan, namun persyaratan ini dibuat sederhana, seperti memiliki stok produk minimal satu unit," ujarnya.

Terkait kemampuan modal atau syarat omzet hingga indikator kesiapan ekspor, dikatakan Balques, memang menjadi pertimbangan namun tidaklah terlalu signifikan.

“Karena Shopee berkomitmen mendukung siapa pun yang memenuhi syarat, walaupun dengan kapasitas terbatas,” tuturnya.

Dalam program ekspor ini, Shopee juga memastikan pasar ekspor sudah tersedia, seperti di Malaysia yang menjadi destinasi utama pilot project ekspor UMKM.

“Jika UMKM menunjukkan performa baik, Shopee berencana memperluas pasar ke negara-negara lain yang sudah memiliki platform Shopee,” ungkap Balques.

Di kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, saat ini sudah ada sekitar 19 perjanjian dagang dengan pihak luar negeri. Mulai dari Kanada, Asia Uni Eropa dan Tunisia yang dipastikan akan berjalan.

Baca juga : Kerja Di Luar Negeri Bisa Makmur, Kemen P2MI Minta Sesuai Prosedur

Selanjutnya, Indonesia juga punya perwakilan perdagangan atau atase perdagangan sebanyak 46 perwakilan di 33 negara.

“Kami sebut sebagai alat atau software untuk membabtu UMKM masuk ke pasar ekspor. Begitu dengan juga dengan Shopee melalui Program Ekspor Shopee,” katanya.

Tak hanya itu, hingga Juni 2025, juga terdapat sebanyak 464 UMKM yang telah mengikuti business matching dengan total kesepakatan mencapai Rp 1 triliun, namun mayoritas mereka belum ekspor.

“Maka, perwakilan kami tadi siap membantu mencarikan buyer dengan bekerja sama berbagai pihak seperti Shopee untuk meningkatkan kontribusi ekspor UMKM,” ujar Mendag.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.