Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Tekanan Tarif Trump
Pemerintah Bakal Genjot Ekspor Jasa
Senin, 7 April 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia bakal mengoptimalkan ekspor jasa sebagai alternatif untuk menghadapi kebijakan naiknya tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) atau dikenal dengan tarif Trump.
Pemerintah menilai, ekspor jasa, khususnya sektor pariwisata, sebagai salah satu solusi konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, kebijakan tarif timbal balik (resiprokal) yang diberlakukan AS terhadap sejumlah produk impor, termasuk dari Indonesia, berpotensi menghambat kinerja ekspor barang. Dalam situasi ini, sektor jasa dinilai lebih adaptif.
“Sektor pariwisata bisa dijadikan sebagai upaya pertahanan ekonomi saat kita menghadapi tekanan eksternal,” ujar Widiyanti dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (6/4/2025).
Baca juga : IKN Jadi Tempat Wisata Selama Libur Lebaran
Dia menerangkan, pariwisata sudah menjadi bagian dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa negara.
Ketika ekspor barang dikenakan tarif tinggi oleh negara mitra, Indonesia harus mencari penyeimbang di sektor lain.
Pariwisata diyakini mampu menghasilkan devisa tanpa terkena hambatan perdagangan seperti bea masuk atau kuota ekspor.
“Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang,” jelasnya.
Baca juga : Didit Lampaui Batas Politik Konvensional
Mantan Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia (YJI) ini yakin, dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, RI dapat menjaga stabilitas rupiah dan cadangan devisa.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengidentifikasi tiga strategi utama untuk memperkuat daya saing sektor ini.
Pertama, memperkuat pariwisata sebagai ekspor jasa. Kedua, mendorong partisipasi UMKM dan ekonomi lokal di sekitar destinasi. Ketiga, mengembangkan high-quality tourism yang lebih berkelanjutan.
“Kita punya kekayaan budaya dan alam yang luar biasa, tapi selama ini persebaran wisatawan masih terpusat di destinasi tertentu. Sekarang saatnya semua daerah bergerak,” imbau Widiyanti.
Baca juga : Bawaslu Palopo Nyatakan Ome Langgar Administrasi
Kemenpar juga menekankan pentingnya kesiapan destinasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, promosi yang terarah, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun pariwisata sebagai sektor unggulan yang mampu menopang perekonomian nasional dalam jangka panjang.
Ditegaskan Widiyanti, Indonesia ingin tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pengeluaran mereka.
“Ini yang menjadi fokus utama dari program ‘Pariwisata Naik Kelas’ yang kami dorong di sektor maritim, gastronomi dan wellness,” ucapnya.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, Pemerintah tengah memperkuat peran pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya