Dark/Light Mode

Martua Sitorus Sudah Mundur Dari Wilmar Sejak 2018

Senin, 7 Juli 2025 21:26 WIB
Martua Sitorus. (Foto: Forbes)
Martua Sitorus. (Foto: Forbes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Karunia Prima Nastari (KPN) Corporation meluruskan terkait isu yang mengaitkan nama Martua Sitorus dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang melibatkan Wilmar Group.

Manajemen KPN Corporation menegaskan, Martua Sitorus sudah tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Wilmar Group, baik secara kepemilikan, struktural, maupun operasional. Pernyataan ini sekaligus membantah anggapan bahwa Sitorus bertanggung jawab atas kewajiban ganti rugi senilai Rp 11,8 triliun yang ditujukan kepada Wilmar Group.

Baca juga : Ngaku Diancam, Hasto Diminta Mundur Jadi Sekjen PDIP

“Pak Martua Sitorus sudah mundur dari jabatan Chief Operating Officer (COO) Wilmar Group sejak 2013. Setelah itu, beliau tidak lagi terlibat dalam manajemen dan operasional perusahaan tersebut,” tulis manajemen KPN Corporation dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/7/2025).

Lebih lanjut, KPN Corporation menyampaikan bahwa Martua Sitorus secara resmi mengundurkan diri dari Wilmar Group pada 15 Juli 2018. Sejak saat itu, ia tak lagi memiliki posisi ataupun peran apapun di perusahaan tersebut.

Baca juga : Mardani: PKS Harus Keluar Dari Middle Party Trap

Manajemen KPN Corporation menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang terus mengaitkan Martua Sitorus dengan Wilmar Group. “Segala spekulasi atau narasi yang mencoba mengaitkan beliau dengan Wilmar Group saat ini adalah tidak berdasar dan menyesatkan,” tegas KPN Corporation.

KPN Corporation sendiri merupakan perusahaan yang didirikan pada 2019, sebelumnya bernama Gama Corporation. Perusahaan ini didirikan oleh Martua Sitorus dan bergerak di berbagai sektor, mulai dari perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, properti, industri semen, hingga layanan kesehatan. KPN tidak memiliki hubungan afiliasi atau kepemilikan dengan Wilmar Group.

Baca juga : Si Bule Siap Manggung Di Piala Presiden 2025

Manajemen KPN Corporation menilai penting untuk meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan persepsi yang salah di tengah masyarakat. “Kami menegaskan agar nama beliau tidak lagi diseret-seret dalam perkara yang sama sekali tidak relevan dengan posisi beliau saat ini,” ujar manajemen.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan, namun penting untuk tidak mencampuradukkan nama atau pihak yang tidak terkait agar tidak mencemari reputasi seseorang,” tutup pernyataan tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.