Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PTBA Guyur Dividen Rp 3,83 Triliun, Bukti Kinerja Tahan Banting
Jumat, 11 Juli 2025 10:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN tambang MIND ID, membagikan dividen tunai jumbo senilai Rp 3,83 triliun atau setara Rp 332,44 per lembar saham, Jumat (11/7).
Dividen tersebut merupakan hasil dari 75 persen laba bersih tahun buku 2024, seperti diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Juni lalu.
Pembayaran dilakukan kepada pemegang saham yang tercatat hingga 24 Juni 2025.
Baca juga : Sektor Perumahan Motor Utama Ekonomi Nasional
Corporate Secretary PTBA Niko Chandra menyebut, langkah ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada pemegang saham.
“Pembagian dividen ini juga menjadi wujud apresiasi atas kepercayaan pemegang saham yang terus terjaga. Langkah ini sekaligus mencerminkan resiliensi kinerja PTBA di tengah tekanan industri batu bara global,” ujar Niko.
Meski harga batu bara dunia terjun bebas, PTBA tetap tampil solid. Rata-rata harga indeks ICI-3 sepanjang 2024 turun 12 persen ke level 74,19 dolar AS per ton, dari 84,76 dolar AS per ton di 2023.
Baca juga : Dapat Suntikan Rp 70 Triliun, PU Fokus Untuk Program Swasembada Pangan
Sementara harga batu bara Newcastle anjlok 22 persen menjadi 134,85 dolar AS per ton dari sebelumnya 172,79 dolar AS per ton.
Namun begitu, PTBA sukses membukukan pendapatan Rp 42,76 triliun dan laba bersih Rp 5,10 triliun sepanjang 2024.
Penjualan batu bara naik 16 persen menjadi 42,89 juta ton. Penjualan ekspor melonjak 30 persen jadi 20,26 juta ton, dan domestik naik 6 persen menjadi 22,64 juta ton.
Baca juga : Pemprov DKI Bentuk 3 Tim Bahas Kerja Sama Jakarta Dengan Bekasi
Porsi penjualan pun makin seimbang, dengan kontribusi ekspor sebesar 47 persen dan domestik 53 persen.
Aset Perseroan pun ikut naik. Per 31 Desember 2024, total aset tercatat Rp 41,79 triliun, tumbuh 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya
“Kami bersyukur kinerja Perseroan pada tahun buku 2024 tetap solid di tengah tantangan harga dan fluktuasi pasar global. Hal ini mendukung upaya menciptakan nilai tambah yang lebih baik bagi industri pertambangan nasional,” tutup Niko.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya