Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tarif Impor AS 19 Persen Bisa Jadi Peluang
Pemerintah Dorong Eksportir Kita Gaspol
Rabu, 23 Juli 2025 07:00 WIB
Sebelumnya
Kesepakatan tarif 19 persen ini juga diikuti dengan pembahasan hambatan non-tarif dengan AS. Selama ini, hambatan non-tarif hanya diberikan pada negara yang punya perjanjian dagang, sementara dengan AS belum.
Kesepakatan tarif dan hambatan non-tarif tersebut akan diperkuat dengan pernyataan bersama yang masih menunggu waktu pengumuman.
“Untuk saat ini, tarif yang berlaku untuk Indonesia masih 10 persen. Sambil menunggu joint statement nanti,” katanya.
Baca juga : Gandeng PKL Agar Tak Kembali Jualan Di Jalan
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyambut baik tarif 19 persen dari AS.
Menurutnya, ini pencapaian penting di tengah situasi neraca perdagangan Indonesia yang justru sedang surplus terhadap AS.
Anindya mengatakan, tarif ini jauh lebih ringan dibandingkan negara lain seperti Meksiko (35 persen) dan China (30 persen). Inggris hanya dikenakan 10 persen, tetapi mengalami defisit perdagangan dengan AS.
Baca juga : Erika Carlina, Tuding DJ Panda Bohong
“Perdagangan yang tadinya 40 miliar dolar AS, dalam lima tahun bisa mencapai 80 miliar dolar AS. Kita harus melihat bukan hanya manfaatnya bagi mereka, tapi juga bagi kita,” jelas Anindya.
Kadin pun siap merespons peluang ini dengan menggelar rapat bersama pelaku industri dalam negeri. Terutama sektor strategis seperti tekstil, garmen, alas kaki dan elektronik.
“Jangan sampai kita sudah dapat kemudahan, tapi justru dimanfaatkan oleh negara lain yang biayanya lebih mahal hanya karena kita tidak siap,” tandasnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya