Dark/Light Mode

5 Bulan Kantongi Pendanaan Rp 277 T, Danantara Bayi Ajaib

Kamis, 24 Juli 2025 08:05 WIB
Menteri BUMN yang juga anggota Dewan Pengawas Daya Anagata Nusantara (Danantara) Erick Thohir (kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani (tengah), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Menteri BUMN yang juga anggota Dewan Pengawas Daya Anagata Nusantara (Danantara) Erick Thohir (kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani (tengah), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunjukkan masa depan yang cerah. Baru lima bulan dibentuk, Danantara telah berhasil mengantongi pendanaan sebesar Rp 277 triliun. Menteri BUMN Erick Thohir sampai mengibaratkan Danantara seperti “bayi ajaib”.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mencatat, total pendanaan Danantara mencapai 17 miliar dolar AS atau setara Rp 277 triliun. Ia merinci, dari kerja sama dengan sovereign wealth fund (SWF) negara lain, Danantara memperoleh pendanaan sebesar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 114 triliun.

“Baik yang sifatnya ekuitas maupun kerja sama dengan private equity,” ujarnya di Kementerian ESDM, Selasa (22/7/2025).

Baca juga : Diumumkan KPK, Harta Presiden Rp 2 Triliun

Adapun SWF yang telah bekerja sama dengan Danantara meliputi Qatar Investment Authority (QIA) sebesar 4 miliar dolar AS, China Investment Corporation (CIC) 2 miliar dolar AS, dan sisanya dari Russian Direct Investment Fund (RDIF).

“Kami juga sedang menjajaki pembicaraan dengan SWF lainnya untuk bersama-sama berinvestasi, terutama di Indonesia,” kata Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Selain dari SWF, pendanaan Danantara juga bersumber dari perbankan asing. Rosan menyebut, Danantara telah memperoleh pinjaman senilai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 163 triliun dari 12 bank asing.

Baca juga : Menko Polkam: Pemerintah All Out Padamkan Karhutla, Pelaku Akan Ditindak Tegas

Alhamdulillah, kami mendapatkan kepercayaan dari 12 bank. Pinjaman ini merupakan revolving facility terbesar di ASEAN yang diberikan kepada SWF,” ujarnya.

Hebatnya, pendanaan tersebut diberikan tanpa jaminan. Hal ini, menurut Rosan, menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kredibilitas Danantara. “Ini benar-benar menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Danantara,” tegasnya.

Rosan menjelaskan, pendanaan tanpa jaminan itu didapat karena pihak bank menilai Danantara memiliki sistem pengelolaan yang baik dan transparan. Adapun sumber pembayaran pinjaman berasal dari dividen BUMN.

Baca juga : Dave Laksono: Penyidik TNI Buat Militer, Bukan Pidana Umum

Meski begitu, ia memastikan, Danantara tidak melakukan penjaminan atau pledging aset maupun dividen kepada perbankan asing tersebut. “Mereka ada yang minta, tapi saya bilang: nggak usah,” ungkapnya.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR pada Rabu (23/7/2025), Rosan menegaskan, pembentukan Danantara merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan global di sektor strategis. Danantara dibangun atas prinsip kemakmuran, keadilan, dan kemandirian, serta bertugas meningkatkan nilai aset negara melalui pengelolaan yang profesional dan berintegritas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.