Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IBS 2025, Indonesia Siap Jadi Pemain Kunci dalam Industri Baterai Global
Kamis, 24 Juli 2025 21:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri baterai dan kendaraan listrik dunia. Menyambut penyelenggaraan International Battery Summit (IBS) 2025, berbagai kegiatan strategis telah digelar sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan mitra global dalam membangun ekosistem energi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari visi Indonesia Maju dan implementasi Asta Cita, khususnya pada poin ke-5 terkait memperkuat hilirisasi dan industrialisasi untuk menambah nilai sumber daya alam, pemerintah mendorong hilirisasi sebagai strategi utama dalam transformasi ekonomi nasional.
Hilirisasi di sektor mineral kritis, termasuk nikel dan baterai, menciptakan nilai tambah dalam negeri, memperkuat kemandirian energi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Indonesia telah menunjukkan komitmennya melalui pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi, melalui konsorsium ANTAM–IBC–CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat. Inisiatif ini menjadi simbol keseriusan Indonesia dalam menjalankan hilirisasi berkelanjutan dan kini menjadi rujukan atau benchmark bagi negara-negara berkembang lainnya.
Chair of International Battery Summit 2025, Prof. Dr. rer.nat. Evvy Kartini mengatakan, sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, IBS 2025 akan berlangsung pada 5-6 Agustus 2025, di Hotel Mulia Jakarta. Acara diselenggarakan National Battery Research Institute (NBRI) bersama Id Battery sebagai co-host dan Pamerindo sebagai co-organizer, serta didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai Ministry Co-Host dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM) sebagai Ministry Support.
Hilirisasi industri—terutama pada sektor baterai—merupakan pilar penting dalam mendorong kemandirian energi nasional. Hilirisasi menciptakan nilai tambah di dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat daya saing nasional dalam pasar global.
Baca juga : Danantara Jadi Motor Kemandirian Industri Dalam Negeri
Ajang ini akan menjadi forum strategis global yang menghadirkan pemangku kepentingan dari seluruh rantai nilai industri baterai dan kendaraan listrik, sekaligus platform diplomasi energi, termasuk melalui panel “Energy Diplomacy: South-South Nations Cooperation” yang akan melibatkan perwakilan dari kedutaan besar dan pelaku industri internasional. Dalam konteks ini, arahan dan kehadiran Presiden atau perwakilan tingkat tinggi pemerintahan sangat dinantikan untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin kawasan dan pusat kolaborasi global.
“IBS 2025 bukan sekadar summit, tetapi gerakan kolaboratif lintas bangsa untuk membangun masa depan energi dunia khususnya Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki sumber daya, potensi manusia, dan komitmen politik yang kuat. Ini saatnya kita memimpin, bukan hanya ikut,” ujar Prof. Evvy Kartini, yang juga Founder NBRI.
Reynaldi Istanto, Co-Chair of IBS 2025 dan Chairman Id Battery, menambahkan, tahun ini pihaknya ingin IBS menjadi platform yang lebih inklusif—tidak hanya forum teknis, tetapi ruang dialog strategis untuk mendorong investasi, edukasi, dan integrasi antara pelaku industri lokal dengan mitra global. "Kami percaya Indonesia memiliki peluang nyata menjadi global hub untuk industri baterai,” ujarnya.
Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan IBS 2025 datang dari pemerintah dan para pemangku kepentingan industri yang melihat ajang ini sebagai refleksi nyata dari kemajuan hilirisasi dan kesiapan Indonesia menjadi pemain utama. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM yang bertindak sebagai Ministry Co-Host, menekankan pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional.
Wakil Koordinator Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional (PHKEN) dan Tenaga Ahli Menteri ESDM, Dimas Muhamad menyampaikan, hilirisasi nikel dan material baterai adalah langkah konkret menuju ketahanan energi dan transformasi ekonomi hijau nasional. "IBS 2025 sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat industri berbasis sumber daya strategis, dan kami mendukung penuh upaya ini sebagai bagian dari upaya mendorong daya saing industri nasional,” ucapnya.
Baca juga : BSI Komit Dukung Investasi Hijau Dalam Agenda Transisi Energi Nasional
Project Director NBRI dan Executive Director Id Battery Muhammad Firmansyah menyampaikan, Indonesia membutuhkan roadmap jangka panjang yang terintegrasi untuk membangun industri baterai yang kuat dan kompetitif.
"Ini tidak hanya soal kendaraan listrik, tetapi juga pemanfaatan teknologi penyimpanan energi untuk masyarakat—misalnya pemanfaatan panel surya dan baterai di sektor rumah tangga dan industri. IBS 2025 menjadi titik temu penting untuk menyatukan visi tersebut,” ucapnya.
IBS 2025 menjadi bagian dari rangkaian menuju The Battery Show Indonesia 2025, dan Pamerindo Indonesia siap menyukseskannya sebagai co-organizer. “Pamerindo mendukung penuh IBS 2025 sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperkuat konektivitas industri. Kami melihat IBS sebagai platform strategis untuk menghadirkan pelaku industri global dan mendorong pertumbuhan sektor energi baru terbarukan di Indonesia,” ungkap Country Manager Pamerindo Indonesia Lia Indriasari.
Dukungan terhadap IBS 2025 juga datang dari sektor swasta. Huayou Indonesia, sebagai Sponsor Platinum IBS 2025, menegaskan komitmennya untuk mendukung ekosistem baterai Indonesia.
Marvel Hu, Deputy General Manager, Huayou Indonesia Regional Management Center percaya Indonesia akan memainkan peran vital dalam rantai pasok global untuk baterai kendaraan listrik. "IBS 2025 adalah platform yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara pemain global dan mitra lokal, dan kami bangga menjadi bagian dari perjalanan ini,” ujarnya.
Baca juga : UOB Indonesia Komit Dukung Langkah Pemerintah Hadapi Tantangan Eksternal
Selain Huayou Indonesia, IBS 2025 juga mendapatkan dukungan dari berbagai mitra strategis lainnya, termasuk PLN dan Huawei, yang turut berkontribusi sebagai sponsor. Kehadiran mereka mempertegas komitmen lintas sektor dalam mempercepat pengembangan industri baterai dan transisi energi di Indonesia.
Dengan mengusung tema “Powering the Future: Advancing the Global Energy Transition with Battery Technology”, IBS 2025 diharapkan menjadi barometer kemajuan industri baterai di Indonesia sekaligus katalisator kolaborasi, inovasi, dan investasi. Acara ini menghubungkan para pemangku kepentingan dari seluruh dunia untuk bersama-sama membangun masa depan energi yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya