Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Urai Kemacetan, Pengusaha Usul Tambah Dermaga Di Ketapang-Gilimanuk
Senin, 28 Juli 2025 11:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Bidang Tarif dan Usaha DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Rahmatika berharap ada kajian ulang menyangkut usulan penambahan kapal di Pelabuhan Ketapang.
Yang diperlukan bukan kapal, melainkan penambahan dermaga agar bisa mengurai kemacetan panjang masuknya kapal.
Hal itu dikatakan Rahmatika merespon usulan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Kementerian Perhubungan yang ingin menambah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Menurut Rahmatika, sebanyak 56 kapal yang ada saat ini hanya bisa dioperasikan 28 kapal karena keterbatasan dermaga.
Baca juga : Kemnaker & Baznas Ajak 22 Perusahaan Sulsel Rekrut Disabilitas
Bila penambahan dilakukan, hal itu hanya akan menambah deretan kapal-kapal yang menganggur karena tidak memiliki tempat sandaran (dermaga).
"Artinya, penambahan kapal bukan berarti menambah kapasitas muat atau daya angkut tapi malah menimbulkan antrian panjang operasional kapal karena kekurangan dermaga," ujar alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya itu dalam keterangannya, Senin (28/7/2025).
Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah menyusul terjadinya kemacetan panjang akibat dihentikannya 15 kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) oleh Kemenhub.
Penghentian yang berlangsung sekitar lima hari itu telah menyebabkan antrean kendaraan, terutama truk, mengular hingga sepanjang 40 kilometer. Kondisi tersebut memicu protes keras masyarakat yang kemudian viral di media sosial. Dan Kini, 15 kapal tersebut telah kembali beroperasi.
Baca juga : Perpusnas Gelar Rangkaian Kegiatan Peringatan 2 Abad Perang Jawa
Rahmatika, mengungkapkan bahwa kemacetan yang terjadi di Ketapang bukan disebabkan oleh kekurangan kapal, melainkan karena keterbatasan jumlah dermaga.
Alumni Magister Transport ITS Surabaya ini, yang sekaligus pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyarankan agar yang ditambah bukan kapal, melainkan dermaga sebanyak minimal dua pasang, maksimal lima pasang untuk mengantisipasi 28 kapal yang menanggur.
Ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, bila 3 pasang dermaga saja sudah 12 kapal yang bisa beroperasi.
“Tak perlu tambah kapal?! Ekonomi kita masih sulit!” Dengan penambahan dermaga tersebut sudah bisa mengantisipasi 50 persen tambahan demand kendaraan sekaligus antisipasi dermaga-dermaga yang banyak rusak saat ini serta adanya jalan tol Probowangi nantinya," jelasnya.
Baca juga : PNM Hadir Dampingi Pengusaha Ultra Mikro Tumbuh dan Naik Kelas
Harusnya Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur mengamati kondisi lapangan yang saat ini kapal-kapal di LCT sudah dioperasikan semuanya. Bahkan sudah bisa mengantisipasi kemacetan panjang sehingga antrian sampai pada hari Minggu malam sudah 0 meter.
“Silahkan Kepala Dinas lihat di lapangan langsung, jangan hanya berdasarkan laporan di media sosial! Bisa Hoax” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya