Dark/Light Mode

Revitalisasi Rusun Klender Dan Alonia Kemayoran

Perumnas Bangun Hunian Subsidi Di Tengah Kota…

Selasa, 29 Juli 2025 07:05 WIB
PLT (Pelaksana Tugas) Direktur Utama Perumnas Tambok Setyawati. (Foto: Instagram/tambok.setyawati)
PLT (Pelaksana Tugas) Direktur Utama Perumnas Tambok Setyawati. (Foto: Instagram/tambok.setyawati)

 Sebelumnya 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, hanya 56 persen penduduk di Jakarta yang memiliki rumah.

Hal ini membuat biaya trans­portasi menjadi lebih besar, bah­kan hingga 30 hingga 40 persen pengeluaran warga hanya untuk transportasi.

“Revitalisasi rusun menjadi solusi paling realistis untuk kota-kota besar seperti Jakarta, agar lebih tertata dan layak huni,” jelas Yayat.

Baca juga : Pengusaha Ritel Diminta Turunkan Harga Beras

Yayat mengatakan, konsep ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang mencon­toh keberhasilan Singapura dalam pembangunan hunian vertikal.

“Artinya warga didorong untuk tinggal di rumah susun,” sambung Yayat.

Selain menata kawasan, Yayat menilai, program revitalisasi & pengembangan hunian subsidi vertikal efektif menekan back­log perumahan. Dan mendukung target Pemerintah menyediakan satu juta rumah.

Baca juga : 15 Ribu Warga Terancam Tidak Dapat Bansos Lagi

Dia menekankan, pembangunan rumah susun menjadi lang­kah paling masuk akal, untuk memenuhi kebutuhan hunian di kota besar yang lahannya terbatas.

“Solusi mengatasi backlog untuk kawasan perkotaan yang paling realistis adalah membangun rumah susun,” tegasnya.

Dia juga mendorong kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pe­nyediaan rumah susun, agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

Baca juga : Erika Carlina, Pasrah Dihujat Masyarakat

Yayat menilai, anggaran Jakarta yang mencapai Rp 17 triliun-Rp 18 triliun per tahun untuk bantuan sosial (bansos), bisa digunakan untuk memprioritaskan warga pindah ke rumah susun.

Yayat menilai, program revitalisasi rusun ini harus menyasar generasi produktif berusia 25 sampai 40 tahun, seperti Gen-Z dan milenial.

Sementara generasi tua, dini­lai lebih sulit diarahkan untuk tinggal di rumah susun karena faktor budaya dan kebiasaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.