Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rupiah Borobudur Playon 2025 Dorong Anak Muda Melek Uang Digital
Selasa, 29 Juli 2025 20:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan program edukatif dan inspiratif bertajuk Rupiah Borobudur Playon (RBP) 2025: Lari untuk Berbagi, pada 26–27 Juli 2025 di kawasan Taman Lumbini dan Plaza Beringin, Candi Borobudur.
Kegiatan tahunan yang telah masuk dalam kalender sport tourism Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan memperkuat literasi masyarakat mengenai gerakan Cinta, Bangga, Paham Rupiah melalui pendekatan yang menyenangkan dan inklusif.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menjelaskan bahwa Rupiah Borobudur Playon telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi. “Tahun ini, lebih dari 4.000 pelari ikut serta, naik dari 3.000 pelari di 2024 dan 2.000 pelari saat pertama kali digelar pada 2023,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Baca juga : Prudential Indonesia Ajak Anak Muda Melek Finansial pada YOTNC 2025
Rahmat juga menyampaikan bahwa BI terus mendorong transformasi digital melalui sistem pembayaran yang inklusif dan aman, sekaligus memperkuat pelindungan konsumen, pemberdayaan UMKM, promosi pariwisata, dan aksi sosial.
Salah satu inisiatif penting yang diluncurkan dalam rangkaian kegiatan ini adalah perluasan Nota Kesepakatan (MoU) antara BI dan delapan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah, terkait integrasi materi edukasi Rupiah dan sistem pembayaran ke dalam kurikulum pendidikan dasar. Daerah yang masuk dalam perluasan tersebut yakni Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Banyumas.
“Dengan menyasar jenjang SD dan SMP, kami ingin menanamkan literasi keuangan sejak dini serta membentuk generasi muda yang melek keuangan digital dan bertanggung jawab,” tambah Rahmat.
Baca juga : Anak Muda RI-UEA Sepakat Bentuk Holding Investasi
Selain kegiatan edukatif, BI Jateng juga mengenalkan inovasi sistem pembayaran digital, yaitu QRIS Tap dan QRIS Crossborder, di kawasan wisata Candi Borobudur. QRIS Tap memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) untuk kemudahan transaksi, sementara QRIS Crossborder memungkinkan wisatawan mancanegara bertransaksi langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.
“Inovasi ini diharapkan mendorong pariwisata dan konektivitas ekonomi lintas negara, terutama di destinasi unggulan seperti Borobudur,” jelasnya.
Adapun kategori lari dalam Rupiah Borobudur Playon terdiri dari jarak 5 kilometer dan 10 kilometer dengan biaya registrasi masing-masing Rp 175 ribu dan Rp 225 ribu. Seluruh hasil pendaftaran akan digunakan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana kesejahteraan masyarakat di sekitar Candi Borobudur.
Baca juga : Wamen Fajar: Pameran Seni Dorong Anak Berimajinasi dan Saling Berinteraksi
Sebagai bagian dari rangkaian acara, digelar pula Awarding Ceremony Jasirah Race 2025, yang menjadi penutup kompetisi 20 tim dalam menjelajah lima kota—Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo, dan Yogyakarta. Kegiatan ini bahkan berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai Kunjungan Wisata Sejarah Menggunakan Kereta Api Menempuh Jarak Terpanjang lebih dari 600 kilometer.
“Keberhasilan ini menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan sport tourism dan wisata sejarah tematik yang berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta,” tutup Rahmat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya