Dark/Light Mode

Datang Mendadak, Corona Ganggu Ekonomi Nasional 

Senin, 3 Februari 2020 15:07 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Suryopratomo saat Seminar Nasional dengan Tema
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Suryopratomo saat Seminar Nasional dengan Tema "Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian" di Jakarta, Senin (3/2). (Foto: Muhammad Qori/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyebaran virus corona yang berawal di Wuhan, China, diprediksi bakal memukul perekonomian dunia. Indonesia juga bisa tersengat.      

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, corona memberi dampak bagi perekonomian Indonesia pasca penetapan status darurat global oleh World Health Organization (WHO). Airlangga menyebut, virus corona menjadi ketidakpastian baru untuk ekonomi dunia karena datangnya sangat mendadak.      

Berita Terkait : Virus Corona Gulung Perekonomian Dunia

"Virus corona itu datangnya begitu mendadak, dan China juga langsung menghentikan kegiatannya apalagi di Wuhan. Kalau kita lihat, bursa China drop 9 persen pagi ini," paparnya dalam Seminar Nasional Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian, di Jakarta, Senin (3/2).      

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, penyebaran virus corona yang mematikan ini juga membuat permintaan minyak mentah di China turun 20 persen. Angka ini sangat besar dampaknya bagi perekonomian.      

Berita Terkait : Airlangga Paparin Transformasi Ekonomi RI Di World Economic Forum

Dampak lain juga akan terjadi pada sisi pariwisata. "Singapura juga sudah melarang orang yang ke China dalam dua minggu terakhir. Siapa pun yang ke China dilarang masuk ke Singapura," ujarnya.      

Untuk Indonesia, penyebaran virus corona membuat sejumlah maskapai menutup sementara penerbangan dari dan ke China, guna mencegah masuknya virus tersebut. "Efek ke Indonesia itu pariwisata. China sangat berpengaruh di beberapa daerah seperti Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau, pariwisata adalah yang pertama terpukul oleh virus corona," jelasnya.        

Baca Juga : Terkait Virus Corona, Kominfo Temukan 54 Hoaks

Tak hanya itu, rantai industri dalam negeri bakal berpengaruh karena penyebaran virus ini. "Kita beruntung karena spare part dari Wuhan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap industri otomotif Indonesia, tapi otomotif dunia dan elektronik dunia itu berpengaruh. Nah sehingga tentu bagi Indonesia kita melihat dampak industri lain seperti makanan dan minuman dan lain-lain. Tapi Indonesia punya resiliensi dalam bentuk makanan minuman yang di mana bahan baku kita kebanyakan bukan dari China. Ini kita lihat lagi," tuturnya. [KPJ]