Dark/Light Mode

Tingkatkan Kapasitas Agar Naik Kelas

Program UMKM BISA Ekspor Fasilitasi Produk Wong Cilik

Kamis, 31 Juli 2025 07:00 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melihat proses pembuatan eco enzyme saat aksi bersih pasar tradisional di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dok. Kemendag)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melihat proses pembuatan eco enzyme saat aksi bersih pasar tradisional di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dok. Kemendag)

 Sebelumnya 
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menegaskan, UMKM dan wirausaha berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bru­to (PDB).

“Mereka adalah shock absorber, economic engine, dan future builders,” ungkap Shinta.

Menurut Shinta, Indone­sia saat ini memiliki 66 juta UMKM. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya keterhubungan dengan rantai pasok.

Baca juga : Satgas Mestinya Rajin Patroli Dan Kasih Edukasi

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Na­sional (Bappenas), hanya 7 persen UMKM yang terhubung dengan rantai pasok domestik, dan hanya 4 persen yang berhasil menembus rantai pasok global.

“Angka ini masih jauh dibandingkan Vietnam yang mencapai 20 persen,” sebutnya.

Kontribusi ekspor UMKM juga masih terbatas, yakni 15,7 persen. Angka ini terpaut jauh dari Thailand yang sudah men­capai 29 persen.

Baca juga : Dea Annisa, Pasrah Dipanggil Dea Imut

Menurut Shinta, hasil survei Apindo terhadap 2.000 pengusaha menunjukkan, 51 persen UMKM menghadapi kendala dalam men­gakses pembiayaan karena proses birokrasi, bunga pinjaman tinggi, hingga persepsi risiko.

Lebih dari 80 persen UMKM masih mengandalkan dana pribadi untuk menjalankan usa­hanya.

“Sebanyak 35 persen pengusaha UMKM juga mengungkap­kan kesulitan dalam pemasaran dan promosi. Hanya 9 persen yang memiliki akses terhadap teknologi,” ungkapnya.

Baca juga : Disikat Polri dan Kejagung, Pengoplos Beras Kena Batunya

Shinta meminta Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM mencarikan solusi dari berbagai tantangan tersebut. Menurutnya, tantangan itu justru harus dijadikan pemicu untuk membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.