Dark/Light Mode

Kantongi Pendapatan Rp 7,48 Triliun, Krakatau Steel Pede Kinerja Kian Moncer

Kamis, 31 Juli 2025 07:05 WIB
Direktur Utama Krakatau Steel M. Akbar Djohan. (Foto: Instagram/akbardjohan.id)
Direktur Utama Krakatau Steel M. Akbar Djohan. (Foto: Instagram/akbardjohan.id)

 Sebelumnya 
Direktur Keuangan dan Mana­jemen Risiko Daniel Fitzgerald Liman menambahkan, dengan beroperasinya kembali pabrik HMS-1, maka perseroan siap memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri dengan kapasitas penuh.

“Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap program substitusi im­por, dan hilirisasi industri yang di­canangkan Pemerintah,” katanya.

Krakatau Steel secara aktif akan memproduksi produk baja berkualitas tinggi dan berni­lai tambah, untuk mendukung kemandirian industri nasional, serta memperkuat struktur in­dustri hilir di dalam negeri.

Salah satunya adalah, keter­libatan perseroan dalam proyek strategis nasional, yaitu pipanisasi transmisi gas Cirebon-Semarang.

Baca juga : Program UMKM BISA Ekspor Fasilitasi Produk Wong Cilik

Di bidang pengelolaan air, anak usaha perseroan, PT Krakatau Tirta Industri tengah mengerjakan proyek Desali­nated Water di Sumbawa, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Krakatau Steel juga siap untuk mendukung program Pemerintah dalam penyediaan 3 juta rumah, pengembangan infrastruktur nasional,” ucapnya.

Terpisah, pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, per­baikan kinerja Krakatau Steel diharapkan menuju titik awal kinerja agar lebih sehat. Teru­tama, dengan direstuinya utang perseroan awal tahun ini.

“Karena persoalan restruk­turisasi ini sering kali gagal ditangani manajemen Krakatau Steel sebelumnya,” kata Toto ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Satgas Mestinya Rajin Patroli Dan Kasih Edukasi

Toto menilai, Krakatau Steel sudah berada pada arah yang tepat untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Namun, sambung Toto, produ­sen baja ini juga perlu dilindungi dengan regulasi yang tepat agar tidak kedodoran berhadapan dengan persaingan produk impor.

Jika regulasi mendukung dan restrukturisasi berjalan lancar, kata Toto, maka perseroan harus optimis lima tahun adalah waktu yang cukup untuk berbenah.

“Dan mampu tampil sebagai perusahaan yang lebih sehat secara keuangan,” ucapnya.

Baca juga : Dea Annisa, Pasrah Dipanggil Dea Imut

Bukan cuma itu, Toto juga mendorong Krakatau Steel un­tuk memperkuat revenue dari anak usaha untuk mendukung perusahaan.

“Hal ini juga bagian dari efisien­si. Beberapa anak usaha mendu­kung core business Krakatau Steel yang patut dipertahankan dan diperkuat,” ujarnya.

Sebut saja PT Krakatau Ban­dar Samudera (KBS), anak usaha yang bergerak di sektor pelabuhan di Cilegon. Toto menilai, KBS memiliki posisi strategis di tengah kawasan industri.

Selanjutnya, PT Krakatau Tirta Industri yang mengelola air bersih, yang sangat vital dan dapat dimaksimalkan. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.