Dark/Light Mode

Cegah Beredarnya Beras Oplosan Di Masyarakat, Pemerintah Akan Hapus Beras Medium Dan Premium

Firman Soebagyo: Medium Dan Premium Tetap Ada, Tapi Ada Standarnya

Jumat, 1 Agustus 2025 07:50 WIB
Firman Soebagyo, Anggota Komisi IV DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Firman Soebagyo, Anggota Komisi IV DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan ada 212 merek beras oplosan yang beredar di masyarakat. Pemerintah berencana menghapus kelas beras medium-premium guna mengantisipasi kasus beras oplosan. 

Menteri Amran mengatakan rencana itu akan diputuskan dalam waktu dekat melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).  "Akan ada Rakortas kembali, kemudian kita tentukan. Tunggu, tidak lama lagi," kata Amran di Istana Merdeka, Rabu (30/7/2025) malam. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa alasan penghapusan kelas beras premium dan medium dilakukan menyusul adanya kasus pengoplosan beras yang menggabungkan antara beras premium dan beras medium. 

Baca juga : Tulus Abadi: Pemerintah Harus Jamin Ada Pengawasan Ketat

"Kadang-kadang ternyata membeli beras bisa saja dikasih berbeda berasnya dengan yang di kemasan. Nah, melihat pengalaman itu, maka beras nanti akan kita buat hanya satu jenis beras saja, yakni beras biasa dan beras khusus,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (25/7/2025). 

Senada, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan telah membahas aturan jenis-jenis beras yang sudah disepakati akan menjadi standar mutu. 

Hal ini dilakukan mengingat sebelumnya pemerintah memutuskan menghapus klasifikasi mutu beras, dari premium-medium, menjadi dua jenis beras yaitu beras reguler dan khusus.

Baca juga : Anggota DPR Minta Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Ia mengungkapkan, Bapanas sudah menyepakati jenis-jenis beras yang nantinya akan diperjualbelikan di pasaran. Secara umum, dia menuturkan jenis-jenis beras masih sama seperti keputusan pemerintah yang baru disepakati dalam rakortas Kemenko Pangan.

Kebijakan pemerintah yang menghapus beras premium dan medium diapresiasi oleh Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi. “Langkah pemerintah menghapus beras premium dan medium sangat baik,” ucap Tulus.

Namun, anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo kurang sependapat jika beras premium dan medium dihapus, karena membingungkan masyarakat. Dia menyarankan agar pemerintah tetap menggunakan istilah beras premium dan medium, namun kualitas dan standarnya diperketat dan dijaga. 

Baca juga : Bahlil Dorong Percepatan Program Listrik Masuk Desa

Untuk mengetahui lebih jauh pandangan Firman Soebagyo terkait penghapusan beras premium dan medium. Berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.