Dark/Light Mode

Penyaluran BSU 2025 Capai 93,79 Persen, Ditargetkan Rampung 5 Hari Lagi

Minggu, 3 Agustus 2025 11:52 WIB
Penyaluran BSU. (Foto: Pos Indonesia)
Penyaluran BSU. (Foto: Pos Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus menggenjot penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 agar dapat tersalurkan 100 persen.

Hingga akhir Juli 2025, penyaluran secara nasional telah mencapai 93,79 persen, atau setara dengan 14,95 juta dari total 15,9 juta pekerja yang memenuhi kriteria.

“BSU adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada para pekerja, khususnya peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) BSU di Kantorpos KCU Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (1/8/2025).

Program BSU tahun ini mulai diluncurkan pada Juni 2025 dengan total anggaran sebesar Rp 10,3 triliun, seluruhnya berasal dari APBN. Besaran bantuan adalah Rp 600 ribu untuk dua bulan, yang dibayarkan sekaligus.

Namun, Yassierli mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama untuk menjangkau penerima di daerah terpencil. Pemerintah pun mengambil berbagai langkah percepatan, seperti memperpanjang jam layanan Kantorpos dan jemput bola ke lokasi penerima.

Baca juga : Penyaluran Kredit Amar Bank Tumbuh 26,54 Persen Di Semester I 2025

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turut hadir dalam agenda tersebut memberikan penegasan keras agar bantuan tidak disalahgunakan. “Jangan dipakai untuk judi online (judol). Kalau ketahuan, bantuannya bisa dicabut,” tegas Gibran di hadapan para pekerja penerima manfaat.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan dana bantuan untuk keperluan yang produktif, seperti sembako, pendidikan anak, atau kebutuhan keluarga lainnya. Tak hanya itu, Gibran meminta pemerintah daerah dan jajaran BUMN untuk turut membantu agar penyaluran BSU bisa rampung, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terpencil (3T).

Sementara, Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Endy Abdurrahman menyatakan, optimisme bahwa penyaluran BSU bisa diselesaikan dalam waktu lima hari ke depan, tepatnya pada 6 Agustus 2025.

“Semua cara kami lakukan, dari pengumuman di radio, media sosial, hingga menghubungi penerima secara langsung lewat telepon. Komitmen kami jelas: penyaluran BSU harus 100 persen,” kata Endy.

Namun ia mengakui ada kendala teknis, seperti pekerja musiman yang tidak bisa ditemui, penerima di lokasi sangat terpencil, hingga keterbatasan data identitas. Meski begitu, Pos Indonesia berkomitmen untuk menyisir wilayah-wilayah terdalam demi menyelesaikan tugas dari pemerintah.

Baca juga : Wapres Apresiasi Penyaluran BSU Di Padang, Minta Jemput Bola Ke Daerah

Penyaluran Di NTB Lampaui Rata-Rata

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, melaporkan bahwa penyaluran BSU di NTB telah mencapai 93,8 persen atau sebanyak 126.298 dari total 134.639 penerima.

“Kita akan tetap lakukan jemput bola, bahkan hingga ke laut untuk para nelayan atau ke kebun untuk pekerja perkebunan. Kantorpos juga tetap buka hingga malam dan akhir pekan,” kata Indah.

Di Kota Mataram, capaian penyaluran BSU bahkan lebih tinggi lagi, yakni mencapai 94,3 persen. Pemerintah mengimbau pekerja yang merasa memenuhi syarat untuk segera mengecek statusnya melalui kanal resmi Kemenaker, Pos Indonesia, atau BPJS Ketenagakerjaan.

Perwakilan Direksi BPJS Ketenagakerjaan menyatakan bahwa keberhasilan BSU tak lepas dari peran perusahaan dalam memperbarui data pekerjanya.

Baca juga : Tinjau Penyaluran BSU Di Boyolali, Gibran Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

“Kami mengimbau perusahaan agar terus memperbarui data tenaga kerja mereka. Program BSU ini bisa jadi momentum untuk mendorong perlindungan sosial yang lebih luas,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan mencatat memiliki 39,5 juta peserta dan menargetkan cakupan perlindungan universal.

Kegiatan Monev BSU di Mataram diikuti oleh 200 pekerja penerima manfaat, di mana 150 orang menerima melalui Kantorpos dan 50 orang melalui bank Himbara.

Melalui BSU, pemerintah menegaskan kehadiran negara dalam menjaga daya beli pekerja dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.