Dark/Light Mode

Besok, Tarif Trump 19 Persen Mulai Berlaku

Negosiasi Jalan Terus

Rabu, 6 Agustus 2025 08:10 WIB
Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (Foto: Dok. Kemenko Perekenomian)
Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (Foto: Dok. Kemenko Perekenomian)

 Sebelumnya 
Meskipun tarif Trump akan segera berlaku, Pemerintah masih terus melakukan negosiasi agar nilainya bisa turun di bawah 19 persen. Hal ini diungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Bahkan, Pras-sapaanya optimis, tarif yang dipatok Trump masih bisa turun dari 19 persen. Tergantung dari hasil negosiasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga : Jadi Sekjen Gerindra, Sugiono Tetap Menlu

“Kalau kemungkinan pasti ada, tapi kita belum bisa memastikan. Karena itu kan ada keputusan dari pihak Pemerintah Amerika,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bahkan masih membidik pertumbuhan ekspor hingga 7,1 persen di tengah penerapan tarif ini. Mendag berkaca pada kinerja ekspor nasional pada paruh pertama tahun ini yang menunjukkan tren positif, sehingga mendukung pencapaian target tersebut.

Baca juga : Anak-anak Dari Keluarga Miskin Begitu Happy

“Kemendag melakukan berbagai program untuk mendukung tercapai target tersebut,” tutur Budi di kantornya, Jakarta Senin (4/8/2024).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menilai, tarif 19 persen masih tergolong kompetitif. Namun, tetap memerlukan tindak lanjut negosiasi khusus untuk produk-produk unggulan nasional.

Baca juga : Demokrat Pernah Jadi Penyeimbang Pemerintah

“Bahkan ada negara yang tarifnya justru lebih tinggi. Ini merupakan upaya luar biasa dari Pemerintah. Namun, tentu saja masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan,” kata Shinta.

Upaya menurunkan tarif agar lebih rendah perlu dilakukan. Khususnya produk-produk strategis yang dibutuhkan AS, seperti kopi, kakao, hingga mineral kritis sangat penting dilakukan. Menurut Shinta, produk tersebut memiliki potensi besar untuk mendapatkan pengecualian atau keringanan tarif tambahan dalam pembahasan mendalam. [MEN/UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.