Dark/Light Mode

Bangkit Lagi, Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen

Indonesia Ungguli Malaysia, Singapura Dan Thailand

Rabu, 6 Agustus 2025 08:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekenomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekenomian)

 Sebelumnya 
Menurutnya, capaian 5,12 persen sesuai dengan indikator ekonomi yang membaik di kuartal II-2025, meski tekanan masih ada.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengapresiasi langkah-langkah pemerintah. Ia menilai pertumbuhan ini memberikan harapan besar bagi dunia usaha.

Beberapa faktor yang menurutnya jadi penopang utama antara lain: Pertama, melonggarkan pengetatan belanja Pemerintah dari minus 2,9 persen menjadi hanya minus 0,33 persen. Kedua, investasi mulai berbuah manis. “Ini adalah hasil keras Pemerintah dalam menarik investasi dan mempermudah doing business,” puji Anin.

Baca juga : Negosiasi Jalan Terus

Ketiga, konsumsi rumah tangga yang tumbuh dari minus 4,89 persen menjadi 2,64 persen. Keempat, ekspor barang dan jasa tumbuh dari minus 6,78 persen menjadi 2,43 persen. Kelima, industri manufaktur menjadi mesin pertumbuhan, dari 4,5 persen menjadi 5,88 persen.

Keenam, lanjut Anin, sejumlah program quick win Pemerintah mulai membuahkan hasil. Kata Anin, meski baru dimulai, program kerja Pemerintah sudah memberikan dampak dalam mengangkat daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di Atas Proyeksi

Pertumbuhan 5,12 persen ini jauh melampaui ekspektasi pasar. Berdasarkan proyeksi dari 30 ekonom dan lembaga yang dihimpun Bloomberg, nilai tengah (median) perkiraan hanya 4,8 persen. Estimasi tertinggi memproyeksikan 5 persen, sementara terendah hanya 4,6 persen.

Baca juga : Jadi Sekjen Gerindra, Sugiono Tetap Menlu

Gareth Leather dari Capital Economics dan Enrico Tanuwidjaja dari UOB Indonesia termasuk yang memproyeksikan angka tertinggi. Sementara, proyeksi terendah datang dari Moody’s Analytics dan Trimegah Sekuritas.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengakui capaian ini melampaui ekspektasi. Ia mengatakan, stimulus fiskal dan moneter yang tetap akomodatif sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Strategi ini menjadi krusial untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada semester II-2025,” ujarnya.

Baca juga : Anak-anak Dari Keluarga Miskin Begitu Happy

Menurutnya, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,7–5,1 persen, sedikit lebih rendah dibanding capaian 2024 yang sebesar 5,03 persen. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.