Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kasus Beras Oplosan Terbongkar, Pasar Tradisional Diserbu Pembeli
Rabu, 6 Agustus 2025 13:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lonjakan pembeli terjadi di sejumlah pasar tradisional usai Pemerintah membongkar praktik pengoplosan beras. Warga kini lebih yakin berbelanja beras langsung dari pedagang pasar.
Para pedagang di Pasar Minggu dan Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, merasakan langsung dampak positif dari pengungkapan kasus beras oplosan oleh Kementerian Pertanian dan Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri). Dua pasar tradisional ini dipadati pembeli, terutama mereka yang kini beralih dari toko ritel modern ke pasar tradisional.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jakarta Selatan Deddy Asmar menyebut, kepercayaan masyarakat meningkat sejak Pemerintah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar.
Baca juga : Merawat Diplomasi Internasional Dalam Politik APBN
“Pasar Minggu dan Lenteng Agung langsung terasa lonjakan pembelinya,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Menurutnya, sidak beras beberapa waktu lalu membuat konsumen merasa aman karena kualitas beras di pasar terpantau langsung oleh pihak berwenang.
“Iya, sejak sidak itu, masyarakat jadi lebih percaya belanja beras ke pasar tradisional,” kata Deddy.
Sebagai bentuk apresiasi, para pedagang menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian yang dianggap berjasa dalam melindungi pedagang dari praktik curang yang merugikan.
Baca juga : Pengamat: PSI Melangkah Terbuka, PDIP Bertahan Tradisional
“Terima kasih kepada Bapak Mentan dan Wamentan yang sudah peduli. Sekarang pembeli tidak khawatir lagi soal beras,” ujar Deddy.
Fenomena serupa juga terlihat di luar Jakarta. Kepala Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Mulyadi, mengungkapkan pasar tempatnya juga mengalami lonjakan pengunjung sejak kasus beras oplosan mencuat.
“Volume pembeli meningkat cukup signifikan. Banyak yang pindah belanja dari ritel modern ke pasar tradisional,” katanya.
Mulyadi menambahkan, pedagang pasar tradisional lebih dipercaya karena memiliki hubungan langsung dan jangka panjang dengan para pelanggan.
Baca juga : Gubernur Pram Sesalkan Beras Oplosan Terlanjur Beredar Dan Dikonsumsi Masyarakat
“Pasar tradisional jadi pilihan karena masyarakat kenal siapa penjualnya. Mereka yakin berasnya asli,” ujar Mulyadi.
Meningkatnya kepercayaan publik terhadap pasar tradisional disebut sebagai momentum penting untuk menguatkan posisi pasar rakyat dalam sistem distribusi pangan nasional. Pemerintah pun didorong untuk terus hadir menjaga rantai pasok yang sehat dan jujur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya