Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dampingi Wamenko Polkam Beri Pembekalan Retreat Kadin
Bamsoet: Stabilitas Politik dan Keamanan Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional
Jumat, 8 Agustus 2025 20:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, ancaman geopolitik global yang kian kompleks, dari krisis Laut China Selatan hingga fluktuasi harga minyak akibat perang Rusia-Ukraina, memberi tekanan besar terhadap ekonomi negara-negara berkembang. Tidak terkecuali Indonesia.
Dalam situasi tersebut, dunia usaha Indonesia membutuhkan pijakan yang kokoh, yakni stabilitas politik, keamanan dan kepastian hukum. Stabilitas politik, keamanan dan kepastian hukum adalah syarat utama dalam membangun iklim usaha dan investasi yang sehat di Indonesia.
“Jika gagal menjaga iklim usaha dan stabilitas nasional, kita akan kehilangan kepercayaan dari para investor yang sudah susah payah kita bangun selama dua dekade terakhir," ujar Bamsoet, saat mendampingi pembekalan Retreat Kadin 2025 oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (8/820/25). Hadir antara lain Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, para pengurus pusat Kadin Indonesia serta para Ketua Kadin Provinsi dan asosiasi di bawah Kadin.
Baca juga : Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli di Bali, Jaga Stabilitas dan Keamanan Wilayah
Bamsoet menjelaskan, kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Data dari Bursa Efek Indonesia mencatat arus keluar dana asing mencapai Rp 28,6 triliun selama kuartal pertama 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat jatuh hingga 7,2 persen dalam satu hari perdagangan pada Maret lalu, memperlihatkan betapa sensitifnya pasar terhadap ketidakpastian politik dan tensi global.
Indeks tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS juga sempat menyentuh level Rp 16.700 per dolar AS pada April 2025, tertinggi sejak krisis pandemi. Lemahnya rupiah menekan biaya impor bahan baku industri, sekaligus meningkatkan tekanan inflasi terhadap sektor riil.
“Dunia usaha membutuhkan keyakinan. Dan keyakinan itu tumbuh dari komitmen negara dalam menjaga kepastian hukum, keamanan, iklim politik yang stabil, serta transparansi kebijakan,” kata Bamsoet.
Baca juga : 19 Proyek Panas Bumi Pertamina-PLN Percepat Transisi Dan Ketahanan Energi Nasional
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan, negara harus siap menghadapi ancaman siber, kelangkaan energi, dan ketegangan lintas batas. Untuk itu, ketahanan ekonomi nasional harus dibangun di atas fondasi pertahanan nasional yang kokoh. Baik dari segi militer, energi, pangan, hingga keamanan digital.
Pemerintah perlu memperkuat ketahanan struktural. Selain mendorong proyek strategis nasional, pemerintah juga membangun sistem pertahanan ekonomi melalui perluasan pasar ekspor, penguatan logistik nasional, dan pengamanan energi nasional.
"Kadin terus mendorong pelaku usaha untuk memperkuat manajemen risiko. Mitigasi risiko bukan sekadar formalitas ISO atau pelatihan teknis. Ini kunci keberlanjutan bisnis. Karena ancaman bisa datang kapan saja, dari mana saja,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya