Dark/Light Mode

PGN Gaspol Bentang Pipa, Menyambung Barat dan Timur Indonesia

Minggu, 10 Agustus 2025 16:05 WIB
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen (kiri) bersama Corporate Secretary PT PGN Tbk Fajriyah Usman dalam acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retreat 2025, di Bogor, Sabtu (9/8/2025).
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen (kiri) bersama Corporate Secretary PT PGN Tbk Fajriyah Usman dalam acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retreat 2025, di Bogor, Sabtu (9/8/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia adalah gugusan pulau yang dipisahkan laut, tapi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) punya cara menyatukannya—bukan dengan jembatan, melainkan pipa gas yang melintas ribuan kilometer.

Dari terminal LNG di barat hingga pembangkit listrik di timur, ambisi ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jalan menuju masa depan energi rendah karbon.

Hujan tipis mengguyur Kinasih Resort and Conference di Bogor, Sabtu, 9 Agustus 2025. Di sela udara sejuk pegunungan, rombongan jurnalis energi duduk mendengarkan paparan dari PGN dalam acara Energy & Mining Editor Society (E2S) Retret 2025 bertema “Collaboration to Advance The ESDM Sector”.

Di ruang itu, PGN memaparkan ambisinya memperluas jaringan gas bumi, membentang dari ujung barat hingga timur Indonesia.

Baca juga : PHE Gaspol Wujudkan Asta Cita, Migas Aman, Lingkungan Jalan Terus

Gas bumi, menurut Pemerintah, bukan sekadar sumber energi. Ia bagian dari strategi transisi menuju bauran energi rendah karbon. PGN mengambil peran itu dengan menancapkan infrastruktur yang tersebar di dua wilayah besar: barat dan timur.

Di barat, PGN ikut dalam program strategis menghubungkan pipa transmisi Trans Sumatera–Jawa. Proyek-proyeknya mencakup jalur Dumai–Sei Mangkei, ruas Cirebon–Semarang, hingga revitalisasi fasilitas LNG di Arun. Terminal penerima di Jawa Timur sudah dimanfaatkan, sementara di Jawa Barat sedang dikembangkan.

Di timur, kerja sama dijalin dengan PLN EPI untuk proyek gasifikasi pembangkit listrik di Papua bagian utara. PGN juga menyediakan fasilitas LNG untuk sektor kelistrikan dan smelter, mendorong pasokan ke kawasan industri, serta mengomersialkan cadangan gas terisolasi (stranded gas). Jaringan gas rumah tangga di kota-kota Indonesia Timur, termasuk di Ibu Kota Nusantara, ikut masuk rencana.

Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan, perusahaan fokus pada ketersediaan infrastruktur. “PGN memang akan fokus mengejar ketersediaan infrastruktur baik itu pipa atau variasi infrastruktur lain untuk pemanfaatan gas,” ujarnya.

Baca juga : TNI Bentuk 6 Kodam Baru, Berikut Daftar dan Nama-nama Pangdamnya

Untuk mengejar target itu, PGN mengusung strategi G-A-S: Growth, Adapt, dan Step Out.

Growth berarti terus membangun infrastruktur. “Pipanisasi sedang dijalankan. Tegal–Cilacap untuk kilang Cilacap. Penyediaan pipa di KIK (Kawasan Industri Kendal). Terus ada Sei Mangkei–Dumai,” kata Fajriyah.

Adapt mengacu pada kemampuan PGN memanfaatkan fasilitas LNG di Arun, mengembangkan LNG bunkering untuk bahan bakar kapal, hingga membangun mini LNG plants.

Sementara Step Out berarti memperluas bisnis ke energi baru dan terbarukan yang masih terkait gas.

Baca juga : KOPNUS Dukung Layanan Pensiun ke Kantor Pos Indonesia

“Misalnya biometana, pengangkutan CO₂, produksi hidrogen,” ujar Fajriyah.

PGN paham, sektor energi sedang menghadapi ketidakpastian global yang membuat harga dan pasokan fluktuatif. Karena itu, integrasi dan perencanaan menjadi kunci. “Kami memiliki strategi memperluas jaringan gas, agregasi pasokan agar bisa menjangkau pelanggan dengan harga afordable,” kata Fajriyah.

Di ujung presentasi, Fajriyah menutup dengan nada Optimistis. Dari Dumai sampai Papua, dari dapur rumah tangga hingga industri besar, PGN ingin memastikan gas bumi mengalir lancar.

Sebuah ambisi yang jika tercapai, tak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendekatkan Indonesia pada masa depan energi yang lebih bersih.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.