Dark/Light Mode

Berikan Insentif GWM Bank Rp 80 Triliun

Gubernur BI Perry: Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo

Sabtu, 9 Agustus 2025 11:56 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersama Menteri PKP, Maruarar Sirait memberi keterangan soal dukungan program 3 juta rumah BI melalui penurunan GMWN  di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bersama Menteri PKP, Maruarar Sirait memberi keterangan soal dukungan program 3 juta rumah BI melalui penurunan GMWN di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, BI mendukung program 3 juta rumah yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui dua langkah utama. Pertama, pemberian insentif likuiditas kepada perbankan yang menyalurkan kredit perumahan. 

Di program ini, BI telah menyiapkan anggaran Rp 80 triliun melalui penurunan biaya Giro Wajib Minimum (GWM) untuk mendorong pembiayaan sektor perumahan dan sektor ekonomi lainnya. Dana ini mulai disalurkan perbankan untuk pembiayaan perumahan. Kedua, BI ikut mendanai dan melakukan cost sharing untuk program perumahan rakyat.

Baca juga : Perluas Akses Pembiayaan Rumah Subsidi, BRI Dukung Realisasi Program 3 Juta Rumah

“Selama setahun ini, kami telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pemerintah senilai Rp 155 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 45 triliun oleh Menteri Keuangan disalurkan untuk pendanaan perumahan,” ujar Perry usai bertemu Menteri PKP, Maruarar Sirait di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Perry menegaskan, ke depan BI akan memperkuat sinergi ini agar dukungan terhadap program Asta Cita, khususnya di sektor perumahan semakin efektif, tepat sasaran dan berkontribusi nyata pada kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Kapolri Ajak Hima Persis Dukung Program Pemerintahan Prabowo

Menurutnya, ada tiga alasan penting mengapa sektor perumahan, khususnya rumah subsidi juga menjadi prioritas BI. Pertama, Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian layan. Kedua, Mendorong pertumbuhan ekonomi karena sektor perumahan memiliki efek berganda dan Ketiga, Menciptakan banyak lapangan kerja, khususnya di bidang konstruksi.

“Kalau sektor perumahan maju, maka penjualan pasir, batu bata, semen, besi, hingga genteng juga meningkat. Hal ini mendorong sektor-sektor lainnya dan memperkuat pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.