Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Presiden Sampaikan Nota Keuangan 2026
Ekonomi Tumbuh 5,4 Persen, Defisit Rp 636 Triliun
Sabtu, 16 Agustus 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,4 persen pada 2026. Kepala Negara juga mematok defisit anggaran tahun depan sebesar Rp 636 triliun.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Prabowo tiba di Gedung DPR pukul 14.23 WIB. Prabowo disambut oleh Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Najamudin, Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Baca juga : Mirah Sumirat: Jangan Menunggu Kondisi Dunia Stabil
Rapat dimulai pukul 14.35 WIB dan dibuka oleh Puan. Setelah itu, Ketua DPP PDIP ini mempersilakan Prabowo untuk menyampaikan rancangan APBN 2026 di hadapan 473 anggota Parlemen yang hadir.
“Hari ini, saya berdiri di sini untuk menyampaikan Pidato Pengantar Rancangan APBN Tahun 2026, merupakan APBN pertama yang saya rumuskan sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujar Prabowo.
Menurut dia, arsitektur APBN 2026 merupakan implementasi dari visi dan misi dirinya dengan wapres untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri dan sejahtera. Ketangguhan adalah fondasi terciptanya kemandirian dan kesejahteraan rakyat. “Kita akan perkuat ketahanan pangan, energi, ekonomi, dan pertahanan,” ujarnya.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: MBG Bantu Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Dia mengatakan, ada delapan agenda prioritas dalam APBN 2026. Pertama, ketahanan pangan. Untuk mewujudkan swasembada pangan, Pemerintah menganggarkan Rp 53,3 triliun untuk Lumbung Pangan dan Cadangan Pangan, subsidi pupuk Rp 46,9 triliun untuk 9,62 juta ton pupuk, dan Rp 22,7 triliun untuk Bulog.
“Secara keseluruhan, Rp 164,4 triliun akan kita alokasikan di 2026 untuk penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Kedua, perkuat ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa. Pemerintah menyiapkan Rp 402,4 triliun untuk subsidi energi, insentif perpajakan, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), dan penyediaan listrik desa. “Produksi minyak dan gas kita tingkatkan, harga energi kita jaga, dan transisi menuju energi bersih kita percepat,” ujarnya.
Baca juga : Wamen Fajar Puji Prabowo
Ketiga, kata Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menargetkan MBG menjangkau 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita pada tahun depan. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah alokasikan anggaran Rp 335 triliun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya