Dark/Light Mode

Beberkan Kontribusi Freeport Untuk RI, Tony Wenas: Pemerintah Sudah Balik Modal

Minggu, 17 Agustus 2025 18:08 WIB
Presdir PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat berpidato dalam Upacara Bendera Peringatan HUT ke-80 RI di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (17/8/2025). (Foto: YouTube)
Presdir PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat berpidato dalam Upacara Bendera Peringatan HUT ke-80 RI di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (17/8/2025). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (Presdir PTFI) Tony Wenas menegaskan, kegiatan pertambangan PTFI terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di daerah ataupun nasional. Deviden yang dibayarkan PTFI kepada pemerintah melalui MIND ID, bahkan sudah melampaui biaya yang dikeluarkan pemerintah saat mengakuisisi saham PTFI menjadi 51 persen. Dengan kata lain, pemerintah sudah lebih dari balik modal. 

Penjelasan kontribusi PTFI ini diawali Tony, dengan membeberkan manfaat langsung sebesar 4,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 80 triliun yang telah diberikan pihaknya terhadap penerimaan negara.

“Ini adalah jumlah kontribusi terbesar bagi negara dari satu perusahaan di Indonesia, yaitu Freeport Indonesia,” kata Tony saat berpidato dalam Upacara Bendera Peringatan HUT ke-80 RI di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Minggu (17/8/2025).

Baca juga : Mekanisme Kuota & Biaya Haji 2025, Mengupas Peran Pemerintah-Swasta

Tony menguraikan, kontribusi senilai kurang lebih Rp 80 triliun itu mencakup pajak, royalti, bagi hasil, bea keluar, deviden, dan aneka pembayaran lainnya. Sebanyak Rp 11 triliun di antaranya langsung diterima oleh daerah, yaitu Kabupaten Mimika dan kabupaten lainnya di Provinsi Papua Tengah.

Jumlah ini belum termasuk investasi sosial yang dilakukan PTFi untuk masyarakat di sekitar wilayah tambang, yang totalnya mencapai Rp 2 triliun.

“Khusus deviden, sejak 2019, PTFI sudah membayar deviden kepada pemerintah melalui MIND ID sebesar 4,1 miliar dolar AS. Angka ini sudah lebih besar dari biaya yang dikeluarkan pemerintah dalam melakukan akuisisi saham PTFI menjadi 51 persen. Jadi, sudah lebih dari balik modal,” papar Tony.

Baca juga : Demokrat Fokus Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Studi yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyebutkan, pada tahun 2025, PTFI memberikan kontribusi sebesar 0,75 persen terhadap pembentukan Produk Domestik Brutto (PDB) dan 77 persen pembentukan Produk Domestik Regional Brutto (PDRB) Papua Tengah dan 91 persen PDRB Kabupaten Mimika.

“Ini menunjukkan betapa besar peran PTFI dalam kemajuan Indonesia pada umumnya, Papua pada khususnya, dan Kabupaten Mimika lebih khusus lagi,” ujar Tony.

Menurutnya, semua keberhasilan itu tidak mungkin dicapai tanpa pertolongan Tuhan dan kerja keras seluruh tim PTFI, baik tim operasional ataupun tim support.

Baca juga : Kibarkan Bendera One Piece, Menko Polkam: Pemerintah Akan Ambil Langkah Tegas

“Apa yang Anda lakukan semua telah berbuah nyata bagi Indonesia tercinta. Mari terus kita lanjutkan kerja keras kita secara selamat dan berkelanjutan, dengan senantiasa menerapkan core values kita yaitu Sincere, Safety, Integrity, Commitment, Respect, and Excellence. Agar tetap dapat memberikan kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara, sesuai amanat UUD 1945,” pungkas Tony.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.