Dark/Light Mode

Berkunjung Ke Pulau Obi, Surga Nikel Dunia (1)

Ekonomi Masyarakat Tumbuh Berkat Hilirisasi

Senin, 25 Agustus 2025 07:55 WIB
Direktur Health, Safety and Environment Harita Nickel Tonny Gultom menunjukkan hasil peleburan nikel sulfat, produk dari smelter, bahan baku penting untuk baterei kendaraan listrik. (Foto: Dokumen Corcomm Harita)
Direktur Health, Safety and Environment Harita Nickel Tonny Gultom menunjukkan hasil peleburan nikel sulfat, produk dari smelter, bahan baku penting untuk baterei kendaraan listrik. (Foto: Dokumen Corcomm Harita)

 Sebelumnya 
Harita Nickel memiliki 6 jalur produksi HPAL dengan kapasitas 120 ribu ton nikel pertahun. Dan menjadi produsen nikel sulfat terbesar di dunia. Seluruh hasil produksinya saat ini dikapalkan ke luar negeri. Andaikan sudah ada pabrik baterai listrik di Indonesia, maka Harita tentu akan menjadi salah satu pemasok bahan bakunya.

Untuk melayani lalu lintas angkutan hasil produksi, dan aktivitas pabrik serta masyarakat, ada 8 pelabuhan dibangun oleh Harita di sepanjang pesisir Pulau Obi. Salah satunya, khusus untuk Pelabuhan Rakyat. Harita juga memiliki pembangkit listrik untuk memasok kebutuhan internal perusahaan. Dan memberikan listrik gratis untuk masyarakat yang tinggal sekitar Pulau Obi melalui genset yang disiapkan perusahaan.

Sejak Harita Nickel beroperasi di Pulau Obi, perekonomian wilayah terpencil itu menggeliat. Dulu, kehidupannya tradisional. Mata pencahariannya kebanyakan petani sagu, pisang, pala, kenari. Ada juga nelayan. Kini, setelah ada Harita Nickel, banyak penduduk sekitar alih profesi. Ada yang bekerja di perusahaan dan pabrik-pabrik smelter. Ada yang membuka usaha-usaha untuk keperluan di perusahaan. Semisal jasa laundry, jasa catering, pemasok barang dan lain sebagainya.

Baca juga : Dimas P Wardhana: Ekonomi Lagi Sulit Bisa Bebani Rakyat

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan, Harita juga all out memberdayakan masyarakat sekitar Pulau Obi. Melalui program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat), ada lima pilar utama yang diperhatikan yaitu pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi, sosial budaya dan infrastruktur.

Rombongan berkunjung ke kawasan Kawasi Baru pada Sabtu (23/08/2024). Ini adalah area pemukiman yang dibangun Harita untuk masyarakat, jauh dari areal pertambangan. Penduduk yang tinggal di Kawasi Lama, di bibir laut dan rawan bencana, diajak untuk pindah menempati rumah-rumah yang sudah dibangun di lokasi baru.

Kawasi Baru adalah areal ecovillage yang lengkap fasilitasnya. Di sini, Harita membangun sekitar 300-an unit rumah berbagai ukuran dengan jalanan yang lebar. Juga ada ruko, pasar dan fasilitas penunjang lainnya, seperti akses listrik, air bersih, rumah ibadah. Harita menggunakan bahan-bahan slag olahan pabrik nikel untuk dinding batako dan perkerasan jalan. Kualitasnya bagus dan sangat keras.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Dinaikkan Untuk Kategori Mampu

Sekitar 70-an persen unit sudah ditempati penduduk pindahan dari Kawasi Lama. Mereka merasa senang karena memiliki rumah baru yang lebih rapi, bersih dan tertata. Aktivitas ibu-ibu yang menjalankan usaha kecil juga disokong oleh Harita, dan diberikan unit outlet untuk workshop dan show case produknya. Kami berkunjung ke Gerai Obi Snack dan bertemu dengan sejumlah ibu-ibu pengusaha kecil binaan Harita Nickel. Leadernya, Suryani Joronga, menceritakan banyak perempuan ikut dan terlibat dalam pelatihan usaha kecil. Kini, kelompoknya memproduksi kripik pisang, talas, abon ikan cakalang, dan yang terbaru minuman sari buah pala. Suryani, yang akrab disapa Mama Cahya, mengatakan, omzetnya mencapai Rp 50-an juta perbulan. Harita membantu penyediaan sarana produksi, pengemasan dan akses kepada konsumen.

Sejak tiga tahun lalu, ibu-ibu juga membuka warung kebutuhan pokok di areal pabrik. Mereka membentuk koperasi, dan mendirikan Hop Mart. Laba usahanya tahun lalu mencapai ratusan juta rupiah. “Saya dan ibu-ibu Kawasi sekarang berkembang, memahami bisnis, dan bisa menghasilkan uang untuk keperluan rumah tangga,” katanya. Dua anak Suryani, kini sudah berhasil kuliah.

Ini menjadi salah satu bukti hilirisasi nikel di Pulau Obi telah meningkatkan ekonomi desa sekitarnya. Karena tercipta job creation, peningkatan peluang usaha dan daya beli masyarakat lokal. [Ratna Susilowati]

Baca juga : Sekolah Rakyat, Kopdes, Dan MBG Menuai Pujian

(Bersambung. Tulisan berikutnya mengenai upaya all out Harita Nickel mereklamasi lingkungan pertambangan dan mencegah pencemaran).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.